MARTAPURA - Data jumlah jemaah peringatan 5 Rajab di Sekumpul kembali mendapat penguatan. Kali ini datang dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjar.
Melalui kajian statistik, BPS memperkirakan jumlah jemaah yang hadir mencapai jutaan orang, sejalan dengan data kepolisian yang sebelumnya menyebut angka hampir lima juta orang.
Statistisi BPS Kabupaten Banjar, Ahmad Fajar Novianto, mengatakan kajian tersebut dilakukan menggunakan pendekatan berbeda dengan yang dilakukan pihak kepolisian.
Yakni kajian berbasis data yang mengombinasikan rekaman kamera pengawas (CCTV) dan pemantauan aktivitas digital melalui Google Trends.
“Pendekatan ini kami gunakan untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif, tidak hanya dari satu sumber data,” ujarnya saat ditemui di Kantor BPS Banjar, Rabu (21/1/2026).
Dalam kajian itu, BPS menyusun beberapa skenario perhitungan. Pada skenario pertama yang hanya mencakup area inti Sekumpul, estimasi jumlah jemaah pada waktu puncak berada di kisaran lebih dari satu juta orang.
Ketika cakupan wilayah diperluas ke sejumlah titik penyangga seperti Banjarbaru, kawasan Murjani, hingga Sungai Ulin, angka kehadiran diperkirakan meningkat hingga menembus tiga juta orang.
Sementara pada skenario terluas yang mencakup wilayah Martapura Timur, Astambul, dan sekitarnya, estimasi jumlah jemaah berada di kisaran hampir lima juta orang.
Menurutnya, angka tersebut dinilai sejalan dengan data pergerakan jemaah yang sebelumnya dirilis oleh pihak kepolisian.
Sebelumnya, Kapolres Banjar AKBP Dr Fadli menyebut jumlah jemaah peringatan 5 Rajab 2025 mencapai sekitar 4.950.000 orang. Data itu diperoleh berdasarkan analisis sinyal ponsel dari sejumlah provider seluler.
Kendati demikian, Fajar menegaskan, hasil kajian BPS bersifat estimasi statistik, bukan angka absolut.
Ia mengakui terdapat sejumlah keterbatasan, terutama dalam menentukan batas wilayah pengamatan serta potensi bias dari metode berbasis data digital.
“Tidak semua jemaah berada di satu titik yang sama. Dalam metode digital juga ada kemungkinan satu orang tercatat lebih dari sekali karena memiliki lebih dari satu perangkat,” jelasnya.
Meski demikian, BPS menilai kajian ini penting sebagai upaya ilmiah untuk memberikan gambaran skala besar pelaksanaan 5 Rajab di Sekumpul.
Hasil kajian tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi perencanaan kegiatan keagamaan berskala massal ke depan.
“Ini bisa menjadi referensi untuk mitigasi risiko, pengaturan lalu lintas, kesehatan, hingga kesiapan fasilitas umum,” ucap Fajar.
Editor : Arif Subekti