BANJARBARU – Masyarakat Kota Idaman diminta menjaga suasana kondusif saat perayaan Tahun Baru 2026. Imbauan tersebut tertuang dalam surat edaran yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarbaru terkait pergantian tahun.
Dalam surat itu, MUI meminta masyarakat mengisi momen pergantian tahun secara sederhana, tertib, dan bermartabat. Hal ini mempertimbangkan kondisi masyarakat yang dilanda bencana di sejumlah wilayah.
“Mempertimbangkan kondisi masyarakat yang masih dihadapkan pada berbagai musibah dan bencana, seluruh elemen masyarakat diharapkan mengedepankan sikap empati, kepedulian sosial, serta saling menghormati, sehingga suasana pergantian tahun tetap berlangsung secara sederhana, tertib, dan bermartabat,” tulis MUI.
Masyarakat juga diarahkan untuk mengisi pergantian tahun dengan kegiatan positif dan bermanfaat, seperti doa bersama, zikir, muhasabah, pengajian, serta kegiatan sosial yang dapat memperkuat kepedulian dan kebersamaan.
MUI juga mengingatkan agar masyarakat tidak merayakan tahun baru dengan kegiatan yang bersifat hura-hura, foya-foya, pemborosan, dan perayaan berlebihan yang tidak sejalan dengan nilai-nilai ajaran agama serta berpotensi mengganggu ketertiban dan kenyamanan umum.
“Diharapkan masyarakat menjauhi segala bentuk kemaksiatan, tidak meniru tradisi atau budaya yang bertentangan dengan ajaran Islam, serta tetap menjaga kewajiban ibadah di tengah aktivitas apa pun,” lanjut isi imbauan tersebut.
Penekanan serupa turut disampaikan Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, yang meminta warga tidak merayakan pergantian tahun secara berlebihan.
“Kita memperhatikan dan prihatin kepada masyaraka di Sumatra yang terdampak bencana. Sebagai bentuk kepedulian, jangan sampai Banjarbaru merayakan tahun baru dengan berlebihan,” ujarnya.
Editor : Arief