AMUNTAI – Meski pelaksanaan Haul Guru Sekumpul KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani baru akan digelar pada Januari 2026, semangat warga di Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sudah terasa sejak sekarang.
Di Desa Jingah Bujur, tempat acara haul akan dilaksanakan oleh Yayasan Pendidikan Islam Nurul Fajeri, aktivitas persiapan mulai menggeliat.
Salah satunya, kedatangan dua truk kayu bakar pada Selasa (11/11/2025).
Kayu bakar itu bukan bantuan biasa. Dua truk penuh tersebut dikirim langsung oleh warga Desa Telang Baru, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, sebagai bentuk dukungan untuk kesuksesan haul tahunan yang selalu menyedot ribuan jemaah itu.
“Ada dua truk kayu yang nantinya akan dipotong dan digunakan untuk keperluan memasak pada Haul Guru Sekumpul tahun 2026,” ujar Rafi’i Hamdi, salah satu panitia Haul Guru Sekumpul di Haur Gading, Rabu (12/11/2025).
Rafi’i, yang akrab disapa Mas Dadang, mengatakan bahwa persiapan dilakukan lebih awal karena melihat antusias jemaah yang sangat tinggi pada pelaksanaan haul tahun sebelumnya.
“Tahun 2025 lalu, jemaah dari Haur Gading saja sampai ribuan orang. Karena itu, kami mulai persiapan lebih awal dan sudah menerima berbagai sumbangan, termasuk kayu dari Kalimantan Tengah,” tambahnya.
Dukungan untuk haul ini tidak hanya datang dalam bentuk barang, tetapi juga tenaga dan pikiran.
Abdul Khaliq, warga Amuntai, menyebut bahwa masyarakat sudah mulai bergotong royong sejak dini.
“Waktu haul masih lama, tapi semangat warga luar biasa. Banyak yang sudah mulai membantu, baik tenaga, materi, maupun pikiran, demi mensukseskan haul Guru Sekumpul tahun 2026 nanti,” ungkapnya.
Haul Guru Sekumpul di Haur Gading menjadi salah satu rangkaian peringatan yang digelar di berbagai daerah Kalimantan, menandakan tingginya kecintaan masyarakat terhadap almarhum Guru Sekumpul.
Sang tokoh merupakan ulama karismatik asal Martapura yang dikenal luas di seluruh Indonesia.
Editor : Arif Subekti