MARTAPURA – Jelang Haul Guru Sekumpul ke-21 yang diprediksi digelar pada akhir Desember 2025, sejumlah warga Desa Antasan Senor Ilir, Kecamatan Martapura Timur, mulai sibuk menyiapkan kebutuhan konsumsi.
Mulai dari pria hingga ibu-ibu dengan tangan cekatan, mereka memotong, mengikat, dan mengumpulkan padi yang sudah siap panen. Tidak sedang melakukan panen biasa. Padi yang dipanen ini dipersiapkan khusus untuk kebutuhan beras pada pelaksanaan Haul KH Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul saat memasuki 5 Rajab nanti.
“Padi ini kami tanam kurang lebih tiga bulan lalu. Kemarin sore mulai mengetam, dan hari ini masuk hari kedua panen bersama,” ujar Abdus Samad, salah seorang warga yang ikut dalam proses panen, Selasa (11/11) sore.
Proses penanaman hingga panen ini dilakukan secara swadaya oleh warga. Namun, perjalanan selama tiga bulan itu tidak sepenuhnya mulus. Intensitas hujan tinggi sempat membuat air sungai meluap dan menggenangi sebagian area sawah.
“Beberapa waktu lalu air sempat tinggi karena hujan deras. Tapi Alhamdulillah padi tetap tumbuh bagus. Hasilnya cukup memuaskan untuk kebutuhan warga dan persiapan haul,” ujarnya.
Saat panen, warga saling berbagi tugas. Ada yang memanen, mengikat gabah, hingga mengangkutnya ke titik pengumpulan. Tradisi panen padi untuk haul ini sudah dilakukan beberapa tahun terakhir di kawasan ini .
Semangat gotong royong tumbuh karena mereka sadar hasil panen ini akan memberi manfaat bagi ribuan jemaah haul. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya urusan pertanian, tetapi juga bentuk ibadah. “Diniatkan untuk kegiatan keagamaan, semoga membawa keberkahan. Ini bukan hanya panen biasa,” ucapnya.
Setelah dikeringkan, gabah akan digiling menjadi beras di pabrik pengolahan. Dari sana, beras akan didistribusikan dan dimasak bersama untuk kebutuhan konsumsi jamaah haul. “Mudah-mudahan hasil panen tahun ini mencukupi dan menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat,” tutupnya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief