MARTAPURA — Dua bulan menjelang pelaksanaan Haul ke-21 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul, Pemerintah Kabupaten Banjar mulai mempercepat berbagai persiapan teknis. Salah satu fokus utama tahun ini adalah peningkatan penerangan jalan di kawasan Sekumpul dan sepanjang jalur yang akan dilalui jutaan jemaah.
Haul akbar ulama kharismatik asal Martapura itu diperkirakan digelar pada 5 Rajab 1447 Hijriah, bertepatan akhir Desember 2025. Pemerintah daerah bersama panitia dan instansi terkait berkomitmen memastikan seluruh persiapan berjalan optimal agar kegiatan berlangsung lancar, aman, dan nyaman.
Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar memastikan bergerak lebih awal. Melalui koordinasi dengan Tim Posko Induk Sekumpul dan berbagai stakeholder, pembenahan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan Penerangan Jalan Lingkungan (PJL) terus dilakukan di titik-titik strategis.
“Kami sudah melakukan rapat koordinasi membahas inventarisasi titik penerangan hasil survei Dinas Perhubungan. Pemasangan PJU di Jalan Pendidikan V dan Gang Keluarga ditargetkan rampung pekan depan,” ujar Kepala Bidang Kawasan Permukiman DPRKPLH Banjar, Ali Ilyas.
Ali mengakui, tahun ini pihaknya menghadapi tantangan tambahan karena haul digelar dua kali. Pada Januari dan Desember 2025. Meski demikian, ia memastikan seluruh pekerjaan tetap dimaksimalkan dengan dukungan anggaran yang tersedia.
Tak hanya dari sisi penerangan, dukungan pasokan listrik juga menjadi perhatian. PT PLN berencana menyiapkan Uninterruptible Power Supply (UPS) dan trafo modern di sekitar kawasan Sekumpul untuk menjaga stabilitas listrik selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, PLN bersama DPRKPLH Banjar akan menerapkan sistem kWh multiguna bagi masyarakat yang ingin menambah lampu penerangan secara mandiri agar tetap legal dan terdata. “Tahun lalu ada 110 titik kWh multiguna yang kami biayai selama seminggu penuh. Tahun ini kami masih menunggu pendataan terbaru dari PLN,” tambah Ali.
DPRKPLH Banjar juga akan melakukan meterisasi pada titik-titik penerangan di luar kawasan utama haul agar seluruh PJU memiliki kWh resmi. Program ini bersifat gratis, namun tetap memerlukan dukungan anggaran dari DPRD Banjar.
Di sisi lain, pemeliharaan rutin terus dilakukan di jalur utama Martapura. Beberapa titik yang telah direvitalisasi antara lain PJU di Jalan Ahmad Yani Kilometer 6 dan 17, serta rencana perbaikan dari Kilometer 37 hingga Masjid Agung Al Karomah.
Menariknya, sejumlah PJU tenaga surya (solar cell) yang dinilai kurang optimal akan diganti dengan PJU konvensional. Langkah ini diambil untuk memastikan penerangan maksimal, terutama saat malam hari ketika arus jemaah menuju kawasan haul memuncak. “Penerangan menjadi faktor penting. Kami ingin suasana haul nanti tidak hanya khusyuk, tapi juga aman dan nyaman, terutama di malam hari,” pungkas Ali.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief