Ketua DPRD Kabupaten Banjar H Agus Maulana mengungkapkan, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tidak boleh sekadar dipandang sebagai lomba membaca Al-Qur’an. Menurutnya, ajang ini punya nilai strategis untuk memperkuat akhlak masyarakat sekaligus menggerakkan roda ekonomi rakyat.
Pernyataan itu ia sampaikan usai mengikuti rangkaian pembukaan MTQ Nasional ke-48 tingkat Kabupaten Banjar di Kecamatan Astambul, pekan lalu. “MTQ ini menjadi ruang yang sangat baik untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, membentuk akhlak generasi muda, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah,” ucap Agus, Selasa (16/9).
Ia menilai dampak positif MTQ terasa nyata di tengah masyarakat. Ribuan kafilah, pendamping, hingga pengunjung yang hadir menciptakan perputaran ekonomi baru. “Alhamdulillah, selain syiar Islam, kegiatan ini juga menghidupkan ekonomi lokal. Kita lihat pedagang ramai berjualan, penginapan penuh, dan perputaran uang mengalir di masyarakat,” tegasnya.
Politikus Partai Golkar itu berharap MTQ melahirkan qari dan qariah yang bisa mengharumkan nama Banjar di tingkat nasional. Namun ia menekankan substansi utama MTQ tetaplah pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. “Kalau akhlak kita baik, insyaAllah daerah kita juga maju dan berkah,” katanya.
Agus menambahkan DPRD Banjar berkomitmen mendorong kegiatan keagamaan yang berdampak ganda, baik dalam pembinaan moral maupun penguatan ekonomi rakyat. “Kami akan terus mengawal kegiatan keagamaan seperti ini. Dari sinilah kita membangun generasi berakhlak mulia dan masyarakat yang sejahtera,” pungkasnya.
Editor: Ramli Arisno
Editor : Arief