Setiap 1 Muharram, umat Islam di berbagai belahan dunia memperingati Tahun Baru Islam, menandai dimulainya kalender Hijriyah yang telah digunakan sejak lebih dari 14 abad silam.
Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa penetapan kalender ini tidak terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW, melainkan beberapa tahun setelah beliau wafat.
Baca Juga: Kasat Reskrim Polres Tanah Laut Bergani, Ini Sosoknya
Awal Mula Kalender Hijriyah
Kalender Hijriyah secara resmi ditetapkan pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab RA, tepatnya pada tahun 17 Hijriyah (sekitar 638 M).
Saat itu, administrasi pemerintahan Islam semakin berkembang, dan muncul kebutuhan mendesak untuk memiliki sistem penanggalan yang baku, terutama dalam surat-menyurat dan pencatatan peristiwa penting.
Beberapa usulan dikemukakan mengenai titik awal perhitungan tahun: kelahiran Nabi Muhammad SAW, kenabiannya, hijrahnya ke Madinah, hingga wafatnya.
Setelah berdiskusi, para sahabat sepakat menjadikan peristiwa hijrah Nabi dari Makkah ke Madinah sebagai awal kalender Islam.
Peristiwa ini dipilih bukan semata-mata karena kronologi, tetapi karena hijrah merupakan tonggak perubahan besar dalam sejarah Islam, dari dakwah yang ditekan menjadi kekuatan yang terorganisir dalam sebuah negara.
Muharram sebagai Bulan Pertama
Menariknya, meskipun peristiwa hijrah terjadi pada bulan Rabiul Awal, kalender Islam justru dimulai dari bulan Muharram.
Alasan utama karena Muharram adalah bulan suci yang langsung mengikuti bulan Dzulhijjah, saat para jamaah haji kembali dan umat Islam memperbaharui komitmen keagamaannya.
Muharram juga sudah dikenal sebagai bulan yang dimuliakan sejak zaman Jahiliyah, sehingga cocok dijadikan awal tahun.
Makna Tahun Baru Islam
Tahun Baru Hijriyah bukan hanya perayaan pergantian waktu, tetapi momen refleksi. Peristiwa hijrah menjadi simbol perjuangan, pengorbanan, dan pembaruan niat dalam menjalankan ajaran Islam.
Nabi Muhammad SAW dan para sahabat meninggalkan tanah kelahiran, harta benda, dan kenyamanan demi menegakkan kebenaran. Maka, setiap datangnya Muharram, umat Islam diajak mengingat nilai-nilai itu.
Banyak ulama menganjurkan memperbanyak doa dan amal saleh di awal tahun, serta menjadikan momentum ini untuk hijrah spiritual: berpindah dari kelalaian menuju ketakwaan.
Baca Juga: OKI Siap Gugat Pembuat Film “Innocence of Muslims” di AS
Kesimpulan
Tahun Baru Islam lahir dari keputusan strategis Khalifah Umar bin Khattab untuk memperkuat sistem pemerintahan Islam.
Dengan menjadikan hijrah sebagai awal kalender, Islam mengajarkan bahwa perubahan besar dalam hidup dimulai dari keberanian untuk meninggalkan keburukan dan memilih jalan Allah.
Tahun baru bukan sekadar angka, tapi panggilan untuk memperbarui tekad dalam menempuh jalan kebaikan.
Editor : Fauzan Ridhani