Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jalan Terbaik Saat Bingung, Inilah Rahasia Shalat Istikharah

Zulqarnain RB • Minggu, 15 Juni 2025 | 15:41 WIB

 

Ilustrasi pria yang melakukan shalat jamak. (Foto: Pexels)
Ilustrasi pria yang melakukan shalat jamak. (Foto: Pexels)

Dalam hidup, manusia kerap dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit. Antara maju atau mundur. Melangkah atau menunda.

Dalam Islam, solusi untuk menghadapi situasi seperti ini bukan sekadar bersandar pada logika atau saran orang lain, tetapi juga menyerahkan urusan kepada Zat Yang Maha Tahu segalanya. Inilah yang disebut istikharah.

Shalat istikharah bukan sekadar tradisi atau formalitas. Ia adalah bentuk tawakal tertinggi seorang hamba.

Diriwayatkan dalam hadis sahih yang dibawakan oleh Imam Al-Bukhari, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Nabi ﷺ mengajarkan kami istikharah dalam semua urusan, sebagaimana beliau mengajarkan satu surat dari Al-Qur’an…"

Kemudian beliau mengajarkan sebuah doa shalat istikharah yang diawali dengan pengakuan akan kelemahan diri dan penyerahan total kepada Allah:

"Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu... Jika Engkau tahu bahwa perkara ini baik untuk agamaku, kehidupanku, dan akibatnya, maka takdirkanlah itu untukku dan berkahilah..."

Doa ini menjadi inti istikharah, sebuah permohonan kepada Allah agar diberikan jalan terbaik dalam perkara yang akan dijalani, baik dalam urusan dunia maupun akhirat.

Lebih dari Sekadar Doa

Mengapa istikharah menjadi sangat penting? Ibnu Abi Hamzah menjelaskan, shalat ini menyatukan dua hal yang sangat berharga: kebaikan dunia dan akhirat. Dalam shalat, seorang hamba mengagungkan Allah, menyatakan ketundukan, lalu memohon keputusan terbaik dari-Nya.

Ulama seperti Al-Hafiz Al-Iraqi dan Asy-Syaukani pun membolehkan mengulang istikharah untuk perkara yang sama, sebagaimana Rasulullah ﷺbiasa mengulang doa hingga tiga kali dalam satu waktu.

Setelah Istikharah, Apa yang Harus Dilakukan?

Pertanyaan yang sering muncul: apakah perlu menunggu mimpi atau tanda-tanda gaib setelah istikharah?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa istikharah tidak meniadakan ikhtiar. Bahkan setelah istikharah, seseorang tetap dianjurkan untuk bermusyawarah dan bertekad bulat, lalu bertawakal kepada Allah:

"…bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah." (Ali Imran: 159)

Syaikh Kamaluddin Al-Zamalkani menambahkan inti istikharah adalah pasrah. Jika seseorang sudah shalat dan berdoa, maka langkah selanjutnya adalah menerima hasilnya dengan lapang dada, meskipun tidak sesuai harapan awal. 

Istikharah Bukan untuk yang Ragu Saja

Salah kaprah yang umum terjadi adalah anggapan bahwa istikharah hanya untuk orang yang ragu. Padahal, istikharah tetap disyariatkan meskipun seseorang sudah bulat dalam niat. Mengapa? Karena yang tahu hasil akhir hanyalah Allah:

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu..." (Al-Baqarah: 216)

Enam Manfaat Utama Shalat Istikharah

  1. Menunjukkan ketergantungan total pada Allah. Ia adalah bentuk tawakal tertinggi dalam menghadapi segala urusan.
  2. Menambah pahala dan mendekatkan diri kepada Allah. Karena istikharah mencakup dua ibadah besar: shalat dan doa.
  3. Membawa ketenangan jiwa. Orang yang beristikharah tidak lagi gelisah, karena ia sudah menyerahkan hasilnya kepada Yang Maha Mengetahui.
  4. Membuka jalan menuju kebaikan. Apa yang dipilih Allah pasti lebih baik daripada apa yang dipilih oleh hawa nafsu manusia.
  5. Mengundang keberkahan. Dalam doa istikharah ada permintaan khusus: “dan berilah berkah bagiku dalamnya.
  6. Melindungi dari keputusan yang salah. Kadang manusia meremehkan sebuah pilihan, padahal dampaknya besar. Dengan istikharah, seseorang tidak berjalan sendirian.

Tak Ada yang Rugi dengan Istikharah

Istikharah bukan jalan terakhir. Ia justru jalan awal menuju keputusan terbaik. Ia bukan tanda kelemahan, tetapi bukti keimanan. Dan yang lebih penting: ia bukan hanya untuk memilih jodoh, tapi untuk setiap keputusan hidup—besar maupun kecil.

Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, istikharah adalah kompas spiritual seorang muslim. Ia membimbing, menenangkan, dan menjaga dari kesalahan. Maka tidak ada alasan untuk meninggalkannya.

Editor : Fauzan Ridhani
#doa #Tawakal #berserah diri kepada allah #formalitas #Shalat istikharah