Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

PBNU Bantah Terima Aliran Dana dari PT Gag Nikel, Gus Gudfan : 'Itu Tuduhan yang Sangat Keji'

Zulqarnain RB • Jumat, 13 Juni 2025 | 15:07 WIB

 

Dari kiri-kanan: Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, Bendum PBNU Gudfan Arif. (Foto: NU Online/Suwitno)
Dari kiri-kanan: Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, Bendum PBNU Gudfan Arif. (Foto: NU Online/Suwitno)

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membantah tudingan adanya aliran dana dari PT Gag Nikel, anak perusahaan BUMN PT Antam, ke organisasi tersebut. Tudingan itu sebelumnya disebarkan melalui akun TikTok @tanpadusta.

Baca Juga: Barang Bekas Pemilu KPU HSS Diminati, Lelang Tembus Rp84 Juta

Bendahara Umum PBNU Gudfan Arif, atau yang akrab disapa Gus Gudfan menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak benar dan sangat menyesatkan.

“Itu tudingan yang sangat keji,” ujar Gus Gudfan saat memberikan keterangan di Jakarta, Jumat (13/6/2025) dilansir dari situs resmi NU.

Gus Gudfan menjelaskan keterlibatan KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur), salah satu Ketua PBNU, sebagai komisaris di PT Gag Nikel merupakan urusan pribadi dan tidak ada kaitan dengan PBNU.

“PBNU tidak pernah menempatkan pengurusnya di perusahaan, baik milik pemerintah maupun swasta,” tegasnya.

Baca Juga: Profil Lindswell Kwok, Mantan Ratu Wushu Indonesia yang Kritisi Pemerintah Terkait Kesenjangan Atlet, Pernah Jadi Juara Dunia

Menurutnya, PT Gag Nikel adalah perusahaan milik negara yang tidak memiliki hubungan organisatoris atau finansial dengan PBNU.

“Kebetulan salah satu komisarisnya adalah warga NU, tapi itu tidak ada kaitannya dengan PBNU,” ujarnya.

Akun TikTok @tanpadusta sebelumnya menarasikan bahwa PBNU menerima aliran dana dari Ananda Tohpati alias Andes “Kancil”, yang disebut sebagai anak mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Baca Juga: Dispora Tanah Laut Kucurkan Rp1,5 M untuk OKP, Pastikan Dana Hibah Bebas Temuan

Unggahan itu mengklaim Ananda mengumpulkan dana dari lima perusahaan tambang di Raja Ampat, sebesar Rp275 miliar per bulan dan menyalurkannya ke sejumlah pihak, termasuk PBNU, melalui Gus Fahrur.

Menanggapi hal tersebut, Gus Fahrur membantah tuduhan tersebut. “Itu fitnah. Tidak ada sama sekali sumbangan ke PBNU. Saya jamin 1.000 persen hoaks,” kata Gus Fahrur.

Ia mengaku tidak mengenal sosok Ananda Tohpati, bahkan baru mendengar nama tersebut dari pemberitaan yang beredar.

Baca Juga: Sektor Perikanan HSU Diincar Jadi Tulang Punggung Ekonomi, DPRD Dorong Investasi dan Aksi Nyata

Hal serupa juga disampaikan oleh Gus Gudfan. Ia menegaskan bahwa PBNU tidak pernah menerima dana dari perusahaan tambang mana pun.

“Kami bisa buktikan dengan data bahwa tidak ada aliran dana dari tambang ke PBNU,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf juga memberikan klarifikasi terkait posisi Gus Fahrur di PT Gag Nikel.

Baca Juga: By pass Haji Fakhrudin Kotor, Aksi Bersih-Bersih Dihadiri Dandim dan Wabup

Menurutnya, jabatan yang diemban oleh pengurus PBNU di luar organisasi merupakan urusan pribadi.

“Pengurus PBNU punya latar belakang bermacam-macam. Ada yang jadi pengusaha, pemilik warung, dan lain-lain. Itu bukan urusan PBNU,” kata Gus Yahya.

Gus Yahya menambahkan bahwa PBNU tidak pernah mengeluarkan surat rekomendasi kepada pengurusnya untuk menempati posisi apa pun, baik di instansi pemerintah maupun swasta.

Baca Juga: Posyandu Bonsai Desa Simpang Empat Wakili Kabupaten HSU di Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Kalsel, Ini Pesan Sekda HSU

“Silakan periksa ke kesekretariatan, tidak ada satu pun surat rekomendasi dari PBNU untuk jabatan apa pun,” ujarnya.

Editor : Fauzan Ridhani
#pengurus besar nahdlatul ulama (pbnu) #jakarta #yahya cholicl staquf #gus yahya #PT Gag Nikel