Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Mengapa Islam Menjadi Agama dengan Pertumbuhan Tercepat di Dunia?

Zulqarnain RB • Rabu, 11 Juni 2025 | 16:34 WIB

 

Ilustrasi umat muslim di depan Kakbah. (Foto: Pexels)
Ilustrasi umat muslim di depan Kakbah. (Foto: Pexels)

Sebuah studi terbaru dari Pew Research Center mengungkapkan fakta menarik tentang lanskap agama global.

Antara tahun 2010 dan 2020, Islam mengalami pertumbuhan paling signifikan di antara semua agama besar, menjadikannya agama dengan pertumbuhan tercepat di dunia. 

Laporan dari Middle East Eye ini menyoroti bahwa peningkatan pesat ini terutama disebabkan oleh faktor demografi alami, bukan perpindahan agama secara massal.

Baca Juga: Kapal Patroli Polairud Polresta Banjarmasin Dijadikan Perpustakaan Terapung, Anak-Anak Antusias Membaca di Atas Kapal

Demografi Kunci Pertumbuhan Islam

Studi Pew Global Religious Landscape mengaitkan pertumbuhan ini dengan tingkat kelahiran yang lebih tinggi dan usia rata-rata yang lebih muda di kalangan umat Muslim.

Data menunjukkan bahwa rata-rata perempuan Muslim diperkirakan memiliki 2,9 anak untuk periode 2015-2020, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 2,2 anak untuk perempuan non-Muslim. 

Ini berarti lebih banyak umat Islam yang memasuki usia produktif dan bereproduksi, secara alami mempercepat pertumbuhan populasi mereka.

Pergeseran Komposisi Agama Global

Meskipun Kristen tetap menjadi agama terbesar di dunia dengan 2,3 miliar pengikut, kesenjangan antara umat Kristen dan Muslim semakin menyempit.

Sejak 2010, jumlah umat Muslim telah bertambah hampir 350 juta, hampir tiga kali lipat dari peningkatan umat Kristen dan melebihi gabungan semua agama lainnya. 

Saat ini, pemeluk Islam mencapai sekitar dua miliar orang, atau sekitar seperempat dari populasi dunia.

Sementara itu, kelompok yang tidak berafiliasi dengan agama—sering disebut "nones"—juga tumbuh secara substansial, meningkat 270 juta sejak 2010.

Bersama Muslim, kelompok ini adalah satu-satunya kategori utama yang tumbuh sebagai bagian dari populasi dunia selama periode tersebut.

Hindu, agama terbesar ketiga, tumbuh sebesar 126 juta orang, namun proporsi populasinya tetap stabil.

Agama-agama lain, seperti Sikhisme dan kepercayaan Baha'i, secara kolektif membentuk sekitar 2,2 persen dari populasi global.

Yudaisme tumbuh hampir satu juta orang, mencapai sekitar 0,2 persen dari populasi dunia.

Menariknya, agama Buddha adalah satu-satunya agama besar yang mengalami penurunan, dengan 18,6 juta lebih sedikit penganutnya pada tahun 2020 dibandingkan 2010.

Pola Regional dan Perpindahan Agama

Sebagian besar pertumbuhan populasi Muslim terjadi di negara-negara dengan mayoritas Muslim. Peningkatan relatif terbesar terlihat di Kazakhstan, Benin, dan Lebanon.

Namun, perlu dicatat bahwa Oman dan Tanzania justru mengalami penurunan jumlah Muslim.

Di sisi lain, populasi yang tidak berafiliasi dengan agama tumbuh sangat pesat di Amerika Serikat, hampir dua kali lipat dalam satu dekade.

Mayoritas besar dari kelompok ini berada di Tiongkok, dengan 1,3 miliar orang yang tidak berafiliasi dengan agama apa pun.

Studi ini juga menyoroti tren perpindahan agama. Untuk setiap orang dewasa yang memeluk agama Kristen, tiga orang meninggalkan agama tersebut antara 2010 dan 2020.

Tren sebaliknya terjadi pada mereka yang tidak berafiliasi dengan agama: untuk setiap orang dewasa yang keluar, ada tiga yang bergabung.

Baik agama Buddha maupun Hindu juga mengalami peningkatan jumlah orang dewasa yang keluar dari agama daripada yang bergabung.

Baca Juga: Kabri vs Mukri, DPRD Banjarmasin Angkat Tangan

Islam menjadi satu-satunya agama besar dengan keuntungan bersih dari perpindahan agama, artinya lebih banyak orang dewasa yang bergabung daripada yang meninggalkan agama tersebut.

Meskipun demikian, analisis Pew menegaskan bahwa dampak perpindahan agama memiliki dampak bersih yang kecil terhadap ukuran populasi Muslim global secara keseluruhan, karena pertumbuhan demografi lah yang menjadi pendorong utama.

Proyeksi Masa Depan

Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut. Populasi Muslim diproyeksikan akan terus meningkat dalam beberapa dekade mendatang, terutama karena faktor demografi yang kuat—populasi yang lebih muda dan tingkat kesuburan yang lebih tinggi.

Hal ini menempatkan Islam pada jalur yang signifikan dalam membentuk lanskap demografi agama global di masa depan.

Editor : Fauzan Ridhani
#amerika serikat #umat muslim #kristen #agama islam #tiongkok