Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah menempati posisi istimewa dalam kalender Islam.
Dalam rentang waktu ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan keutamaan yang luar biasa bagi siapa pun yang mengisinya dengan amal saleh.
Salah satu amalan utama yang dianjurkan adalah puasa sunnah.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ahmad, dan an-Nasa’i, istri-istri Nabi menyampaikan bahwa Rasulullah ﷺ terbiasa berpuasa di sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, di hari Asyura, dan tiga hari dalam setiap bulan, yakni Senin pertama dan dua hari Kamis berikutnya.
Hadis ini menjadi dasar disunnahkannya puasa pada hari-hari tersebut, sekaligus menegaskan bahwa puasa di awal Dzulhijjah merupakan bagian dari sunnah Nabi ﷺ yang patut dihidupkan.
Keutamaan Puasa di Awal Dzulhijjah
1. Pahala Seperti Puasa Setahun
Banyak ulama menukil bahwa berpuasa pada hari-hari ini sebanding nilainya dengan puasa selama setahun. Begitu pula ibadah malamnya sebanding dengan qiyamul lail sepanjang tahun. Hal ini menunjukkan betapa istimewanya waktu tersebut di sisi Allah.
2. Menghidupkan Sunnah Rasul ﷺ
Menunaikan puasa Dzulhijjah bukan sekadar ibadah individual, melainkan bagian dari meneladani jejak Nabi Muhammad ﷺ. Ini adalah bentuk nyata dari cinta dan ketaatan kepada sunnah.
3. Waktu Terbaik untuk Amal Saleh
Dalam riwayat sahih dari Imam Bukhari, Nabi ﷺ bersabda bahwa tidak ada hari-hari lain di mana amal saleh lebih dicintai Allah dibandingkan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Amal kecil yang dilakukan di waktu ini bisa bernilai besar di sisi Allah.
4. Menjauh dari Api Neraka
Diriwayatkan dalam hadis sahih bahwa siapa pun yang berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun. Maka puasa di Dzulhijjah menjadi kesempatan emas untuk meraih keselamatan.
5. Lebih Utama dari Jihad, Kecuali Jihad Total
Dalam hadis dari Ibnu ‘Abbas, Nabi ﷺ menyampaikan bahwa amal yang dilakukan di sepuluh hari ini bahkan lebih utama dari jihad, kecuali jihad yang dilakukan dengan jiwa dan seluruh harta lalu tidak kembali sedikit pun darinya.
6. Hari Arafah: Penghapus Dosa Dua Tahun
Puncak dari sembilan hari puasa Dzulhijjah adalah hari ke-9, yaitu puasa Arafah. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa puasa pada hari ini menghapus dosa satu tahun yang telah berlalu dan satu tahun yang akan datang. Ini berlaku bagi kaum Muslimin yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.
Jadwal Puasa Dzulhijjah 2025
Berdasarkan Kalender Hijriah 1446 H dari Kementerian Agama RI, 1 Dzulhijjah diperkirakan jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025. Maka berikut jadwal puasa Dzulhijjah yang dapat dilaksanakan:
• Rabu, 28 Mei: Hari ke-1
• Kamis, 29 Mei: Hari ke-2
• Jumat, 30 Mei: Hari ke-3
• Sabtu, 31 Mei: Hari ke-4
• Minggu, 1 Juni: Hari ke-5
• Senin, 2 Juni: Hari ke-6
• Selasa, 3 Juni: Hari ke-7
• Rabu, 4 Juni: Puasa Tarwiyah
• Kamis, 5 Juni: Puasa Arafah
Baca Juga: Noorlatifah Kembali Nahkodai PDBI Banjarmasin, Fokus Persiapkan Porprov Tanah Laut 2025
Bagi kaum Muslimin yang belum berkesempatan menunaikan ibadah haji, puasa Dzulhijjah menjadi pintu lain menuju kedekatan dengan Allah.
Waktunya sempit, namun ganjarannya luas. Jangan lewatkan kesempatan yang hanya datang sekali dalam setahun ini.
Editor : Fauzan Ridhani