BANJARMASIN – Dua Jemaah Calon Haji asal Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) gagal diberangkatkan ke Tanah Suci. Keduanyapun harus rela rela berangkat haji tahun depan.
Sedianya, pasangan suami istri ini diberangkatkan bersamaan dengan para Jemaah Calon Haji (JCH Kloter 13, Kamis (29/5/2025) dari Embarkasi Haji Banjarmasin, yang merupakan kloter terakhir Kalsel.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kalsel, Muhammad Tambrin mengatakan di kloter 13 ini ada sepasang suami istri JCH asal HSU yang batal berangkat haji, lantaran sang istri diketahui dalam kondisi hamil.
Sesuai aturan Kemenag, jemaah hamil tidak diperkenankan menunaikan ibadah haji.
Suaminya pun turut memilih menunda keberangkatan untuk mendampingi sang istri.
“Mereka dijadwalkan ulang untuk berangkat tahun depan. Keduanya tetap mendapat kesempatan berhaji tahun depan,” kata Tambrin.
Rombongan terakhir ini terdiri dari 428 jemaah asal 12 Kabupaten/Kota di Kalsel. Termasuk dua jemaah dari Barito Selatan, Kalteng.
Rinciannya, 4 petugas kloter, 3 petugas haji daerah, serta jemaah dari Kabupaten Banjar (43 orang), Hulu Sungai Selatan (8 orang), Hulu Sungai Tengah (5 orang), Hulu Sungai Utara (88 orang), Kotabaru (4 orang), Tapin (2 orang), Tabalong (89 orang), Tanah Bumbu (11 orang), Tanah Laut (103 orang), Banjarbaru (33 orang), Banjarmasin (33 orang), dan Barito Selatan (2 orang).
Selain itu, terang Tambrin, beberapa jemaah dari kloter sebelumnya yang sempat tertunda berangkat karena sakit, turut diberangkatkan bersama kloter ini setelah dinyatakan sehat dan layak terbang.
Sebagai kloter campuran, ia mengimbau para JCH untuk memperkuat koordinasi melalui ketua regu dan ketua rombongan.
Ia juga meminta kepada Ketua Kloter dan Pembimbing Ibadah agar aktif berkomunikasi dengan jemaah.
“Kami ingatkan agar para jemaah mengenakan ihram sejak dari Embarkasi. Karena setibanya di Jeddah, kondisi sangat padat dan kemungkinan tidak ada waktu untuk saling mengingatkan,” pesannya.
Tambrin juga meminta jemaah untuk melepas atribut seperti kaos dan peci, serta menyimpannya di dalam tas sejak sebelum keberangkatan, agar tidak terganggu saat proses menuju bus di bandara.
Ia juga mengingatkan kondisi cuaca di Makkah yang diperkirakan mencapai 45 hingga 50 derajat Celsius saat puncak haji.
Karena itu, ia menyarankan jemaah melaksanakan salat fardu di masjid hotel jika dirasa tubuh tidak cukup kuat untuk ke Masjidil Haram. “Yang penting ibadah tetap jalan dan fisik tetap bugar,” tutupnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Fauzan Ridhani