Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Nurul Hidayah Mahasiswi HSU Yang Gaungkan Gerakan Anti-Bullying Lewat RUANG KITA

M Akbar Radar Banjarmasin • Rabu, 10 Juni 2026 | 13:34 WIB
Nurul Hidayah. Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Amuntai. (Istimewa) 
Nurul Hidayah. Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Amuntai. (Istimewa) 

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Amuntai – Semangat muda untuk membawa perubahan positif terus ditunjukkan Nurul Hidayah. Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Amuntai itu terpilih sebagai salah satu perwakilan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dalam program Pertukaran Pemuda Antarprovinsi (PPAP).

Kesempatan tersebut tidak disia-siakan. Melalui program kerja bertajuk RUANG KITA (Ruang Aman untuk Pemuda Tumbuh Bersama), Nurul mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan generasi muda, yakni pencegahan bullying atau perundungan.

Mengusung tema “Dari Kesadaran Menuju Aksi Anti-Bullying”, program itu menyasar mahasiswa dan pelajar SMA/sederajat di Kabupaten HSU. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mengajak peserta menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

“Bullying sering dianggap sebagai hal biasa atau sekadar candaan. Padahal dampaknya bisa sangat besar terhadap kesehatan mental dan kepercayaan diri seseorang,” ujar Nurul pada media ini, Rabu (10/6). 

Dalam berbagai kesempatan, Nurul juga kerap diundang sebagai pembicara untuk menyampaikan edukasi terkait bahaya bullying serta pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghargai.

Melalui RUANG KITA, peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk bullying, mulai dari kekerasan fisik, ejekan, pengucilan, penyebaran gosip dan fitnah, hingga perundungan di media sosial.

Agar lebih menarik, kegiatan dikemas secara interaktif melalui challenge pemecahan studi kasus. Para peserta diajak menganalisis berbagai permasalahan yang berkaitan dengan bullying dan mencari solusi berdasarkan sudut pandang mereka masing-masing.

Menurut Nurul, metode tersebut bertujuan menumbuhkan kemampuan berpikir kritis sekaligus meningkatkan empati terhadap orang lain.

“Pemuda harus berani menjadi bagian dari solusi. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil, seperti menghargai perbedaan, menggunakan kata-kata yang baik, dan bijak bermedia sosial,” katanya.

Sebagai tindak lanjut kegiatan, peserta juga diajak mempublikasikan poster kampanye anti-bullying melalui akun media sosial pribadi. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap persoalan perundungan.

Program yang digagas Nurul mendapat dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara berperan sebagai fasilitator konsumsi kegiatan, sementara DPD KNPI HSU dan Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis STIA Amuntai menjadi mitra publikasi dan penyebarluasan informasi.

Bagi Nurul, keberhasilan sebuah program bukan hanya diukur dari jumlah peserta yang hadir, melainkan dari perubahan cara pandang dan tindakan yang muncul setelah kegiatan berlangsung.

Melalui RUANG KITA, ia berharap semakin banyak generasi muda yang berani menolak segala bentuk bullying dan bersama-sama menciptakan ruang yang aman, nyaman, serta penuh penghargaan terhadap sesama.

Di usia muda, Nurul membuktikan bahwa kontribusi tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Dengan kepedulian dan aksi nyata, mahasiswi asal Amuntai itu berhasil membawa pesan penting bahwa setiap orang memiliki peran dalam menghentikan perundungan dan membangun lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.

Editor : M Oscar Fraby
#STIA Amuntai #bulying #pemuda