RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Suasana berbeda tampak di Taman Putri Junjung Buih, Amuntai, setiap pekan. Sejumlah anak dan remaja terlihat duduk melingkar membaca buku, mengikuti permainan edukatif, hingga berdiskusi dengan penuh antusias.
Di balik aktivitas tersebut, ada sosok muda yang konsisten menghidupkan semangat gerakan literasi di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), yakni Stela Angelica Putri.
Bagi Stela, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi menjadi sarana membangun cara berpikir, membentuk karakter, dan membuka peluang masa depan bagi generasi muda.
Keyakinan itulah yang mendorongnya menggagas program Ayo Beraksi (Bergerak Aktif & Tingkatkan Literasi).
Program tersebut lahir pada 2023 dari gagasan sederhana, yakni menghadirkan ruang belajar yang lebih dekat dengan anak-anak dan remaja.
Berawal dari kegiatan lapak baca bersama Komunitas Sebuku HSU, Ayo Beraksi kemudian berkembang menjadi gerakan edukatif yang memadukan literasi, kesehatan, pengembangan karakter, dan kepedulian sosial.
Literasi Harus Dikemas Kreatif dan Menyenangkan
Stela menyadari tantangan literasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan buku. Di era digital, anak-anak dan remaja menghadapi berbagai distraksi yang membuat minat baca semakin menurun.
Karena itu, menurutnya, pendekatan literasi harus disajikan dengan cara yang kreatif dan menyenangkan agar lebih mudah diterima.
Melalui Ayo Beraksi, Stela berupaya mengubah pandangan bahwa belajar tidak harus selalu berlangsung di ruang kelas. Taman kota, ruang terbuka, hingga tempat berkumpul masyarakat dapat menjadi ruang belajar yang efektif jika dikemas dengan metode yang menarik.
Saat aktif dalam kegiatan lapak baca Komunitas Sebuku HSU, Stela melihat peluang yang lebih besar untuk mengembangkan gerakan tersebut. Ia kemudian mengolaborasikan kegiatan membaca dengan berbagai aktivitas edukatif lainnya melalui program Ayo Beraksi.
Kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya berfokus pada membaca buku, tetapi juga mendorong peserta mengembangkan keterampilan sosial, kesehatan, dan karakter positif.
Hadirkan Dongeng Edukatif hingga Monopoli GenRe
Pada pelaksanaan tahun ini, berbagai aktivitas edukatif kembali digelar. Mulai dari lapak baca, senam bersama, dongeng edukatif, hingga permainan Monopoli GenRe yang mengajak peserta berpikir kritis mengenai berbagai persoalan remaja dan keluarga.
Stela juga aktif membangun kolaborasi dengan berbagai komunitas. Salah satunya bersama English Zone Amuntai yang memberikan ruang bagi peserta untuk mengasah kemampuan komunikasi dan meningkatkan kepercayaan diri.
Menurutnya, keberhasilan sebuah gerakan sosial tidak bisa dicapai sendirian. Kolaborasi menjadi kunci agar manfaat yang diberikan semakin luas dan berkelanjutan.
“AYO BERAKSI tidak hanya mengajak anak-anak dan remaja untuk gemar membaca, tetapi juga membangun pola pikir kritis, kemampuan berkomunikasi, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujarnya, Senin (8/6).
Literasi Harus Menjangkau Hingga Pelosok
Di usianya yang masih muda, Stela menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana. Dari sebuah lapak baca di taman kota, ia berhasil menghadirkan ruang tumbuh bagi generasi muda untuk belajar, berinteraksi, dan mengembangkan potensi diri.
Semangat itu pula yang membuat Stela dan rekan-rekannya tidak terpaku pada satu lokasi kegiatan. Selain di Taman Putri Junjung Buih, program literasi dan lapak baca rutin berpindah lokasi menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Pendopo Lapangan Pahlawan, Tugu Pahlawan, kawasan Jalan Bypass, berbagai sekolah, hingga sejumlah desa pernah menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan. Bahkan, Ayo Beraksi juga terbuka berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) maupun komunitas lain yang memiliki visi serupa.
Konsistensinya menggerakkan kegiatan dari satu tempat ke tempat lain menunjukkan bahwa bagi Stela, literasi bukan sekadar program seremonial.
Literasi adalah gerakan yang harus terus hadir di tengah masyarakat, menyapa anak-anak secara langsung, dan memberi mereka kesempatan untuk tumbuh bersama buku, pengalaman, serta lingkungan belajar yang positif.
Baginya, keberhasilan bukan diukur dari seberapa besar kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari seberapa banyak anak yang terinspirasi untuk terus belajar dan berkembang.
Melalui gerakannya, Stela berharap semakin banyak generasi muda HSU tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, aktif, sehat, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya. Sebab, menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan daerah adalah sumber daya manusia yang berkualitas.
Dari sudut Taman Putri Junjung Buih, Stela Angelica Putri terus menyalakan api literasi. Api kecil yang mungkin tampak sederhana, namun mampu menerangi langkah generasi muda menuju masa depan yang lebih baik dari Kota Amuntai.
Editor : Eddy Hardiyanto