RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru - Sosok Pangeran Jaya Sumitra, Raja pertama dari Kerajaan Pulau Laut, tak lama lagi akan menyapa warga Bumi Saijaan dalam bentuk visual yang megah.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kotabaru saat ini tengah menggarap film dokumenter sejarah yang mengangkat kisah kepahlawanan dan asal-usul sang raja.
Sang produser Aditya Rahman yang juga merupakan staf di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kotabaru, mengungkapkan bahwa ide ini lahir dari kegelisahan akan minimnya pengetahuan generasi milenial dan Gen Z terhadap sejarah lokal.
Banyak anak muda Kotabaru yang akrab dengan nama Rumah Sakit Pangeran Jaya Sumitra. Namun, belum tentu memahami siapa sebenarnya sosok di balik nama besar tersebut.
"Kami ingin memperkenalkannya lebih dekat kepada anak muda. Selama ini literatur berupa buku memang sudah ada, namun lewat visual, pesan sejarah ini biasanya lebih mudah meresap dan dipahami," ujarnya.
Menariknya, film ini tidak menggunakan aktor luar daerah. Pihaknya memilih untuk memaksimalkan potensi lokal Kotabaru dengan persentase pemain 50 persen aktor seni teater berpengalaman dan 50 persen pendatang baru dari berbagai instansi.
Yang lebih mengejutkan, jabatan penting di pemerintahan pun turun gunung untuk beradu akting. Sosok Pangeran Jaya Sumitra akan diperankan langsung oleh Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis.
Tak hanya itu, peran Pangeran Abdul Kadir akan dimainkan oleh salah satu anggota dewan.
"Ini kolaborasi unik. Kami melibatkan orang nomor dua di Kotabaru agar ada kedekatan emosional antara pemimpin saat ini dengan sejarah para pendahulu," tambah Aditya.
Meski sebelumnya pernah menggarap film bertema legenda dan cerita rakyat Kapuhunan dan Bagandang Nyiru, Aditya mengaku proyek kali ini memberikan tekanan tersendiri. Jika dalam legenda ia bisa melakukan improvisasi cerita, dalam film sejarah ini ia harus sangat berhati-hati.
Untuk menjaga akurasi alur cerita, tim produksi terus melakukan diskusi intensif dengan keturunan langsung dari Pangeran Jaya Sumitra, yakni Ketua Lembaga Adat Kerajaan Pulau Laut, Gusti Rendi Firmansyah.
“Kami tidak berani melenceng. Naskah digodok bersama di Banjarbaru agar tidak ada kesalahan sejarah sedikitpun," tegasnya.
Film ini nantinya akan mengambil latar syuting di berbagai titik ikonik Kotabaru, mulai dari kawasan perkotaan hingga keindahan Pantai di Pulau Laut yang masih asri, guna menghidupkan suasana masa lampau.
Proses produksi yang dimulai sejak April ini ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Jika tak ada aral melintang, film Pangeran Jaya Sumitra dijadwalkan rilis perdana pada Juni 2026 mendatang, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Jadi Kabupaten Kotabaru.
Rencananya, film ini akan juga setelah jadi akan ditayangkan di Bioskop NSC Kotabaru. Sebagai bentuk edukasi yang menyeluruh, pihak penyelenggara juga akan membagikan buku sejarah Pangeran Jaya Sumitra kepada para siswa yang beruntung saat menonton.
"Tunggu saja info lanjutnya. Lewat film ini, kita semua akan tahu siapa sebenarnya Pangeran Jaya Sumitra," tutup Aditya optimis.
Editor : M Oscar Fraby