Distribusi Terganggu Imbas BBM, Harga Pangan di Kalsel Lampaui HET
Sheilla Farazela• Minggu, 26 April 2026 | 13:42 WIB
harga cabai masih pedas di daerah (Sheilla/Radar Banjarmasin)
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Masyarakat Kalimantan Selatan harus merogoh kocek lebih dalam. Sejumlah harga komoditas bahan pokok (bapok) di tingkat pasar tradisional terpantau melonjak tajam, bahkan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
Gangguan distribusi dan imbas kenaikan harga BBM ditengarai menjadi pemicu utama.
Berdasarkan data Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, lonjakan paling signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit lokal.
"Di Kabupaten Tanah Laut dan Hulu Sungai Tengah, harga "si pedas" ini menyentuh angka fantastis, yakni Rp 150.000 per kilogram. Kondisi serupa terjadi pada cabai merah keriting di Banjarmasin yang dijual di kisaran Rp 80.000 per kilogram," ungkap Kepala Dinas Perdagangan Ahmad Bagiawan kepada Radar Banjarmasin, Minggu (26/4)
Tak hanya cabai, sebut Gia (sapaan akrabnya) komoditas bawang juga masih fluktuatif. Di Banjarbaru, Tabalong, dan Tanah Laut, bawang merah dibanderol Rp 50.000 per kilogram. Padahal, di Kabupaten Banjar harga mulai melandai ke angka Rp 45.000 setelah sebelumnya sempat bertengger di posisi Rp 72.000 per kilogram.
"Kenaikan harga ini memang dipengaruhi faktor distribusi dan biaya angkutan, termasuk dampak kenaikan BBM," ujarnya.
Lebih jauh, Gia merinci kenaikan juga merembet ke sektor protein. Daging ayam ras di Tanah Bumbu menembus Rp 42.000 per kilogram, disusul telur ayam ras yang mencapai Rp 34.000 per kilogram.
Untuk kebutuhan karbohidrat, beras premium di Hulu Sungai Selatan telah menyentuh Rp 17.600 per kilogram, sedangkan gula pasir di berbagai daerah bertahan di harga Rp 20.000 hingga Rp 22.000 per kilogram.
Meski demikian, ada sedikit kabar baik dari komoditas minyak goreng. Minyakita terpantau masih stabil di kisaran HET Rp 15.700 per liter. Begitu pula dengan kedelai impor di Banjarmasin yang tertahan di angka Rp 19.000 per kilogram.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalsel bergerak cepat. Atas instruksi langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, Disdag akan menggelar pasar murah secara masif di 14 kabupaten/kota selama satu bulan penuh.
Langkah ini diambil sebagai strategi konkret menekan angka inflasi sekaligus menyambut Hari Raya Idul Adha. Dalam pasar murah tersebut, masyarakat bisa mendapatkan komoditas seperti gula, minyak goreng, dan tepung dengan harga distributor.
"Pak Gubernur memerintahkan kami untuk hadir membantu masyarakat. Kami ingin memastikan kebutuhan pokok tetap terpenuhi dengan harga terjangkau di tengah tekanan ekonomi global," pungkasnya.