https://radarbanjarmasin.jawapos.com, Banjarmasin-Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Banjarmasin Raya mulai dimatangkan.
Kabupaten Barito Kuala (Batola) pun menyatakan siap menjadi pemasok sampah.Program strategis nasional ini ditargetkan mulai berjalan pada 2026 dengan tahap penganggaran. Selanjutnya, pembangunan fisik direncanakan berlangsung pada 2027, dan operasional atau realisasi program ditargetkan pada 2028.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Batola, Abdi Maulana, mengatakan pembahasan proyek tersebut mengemuka dalam rapat bersama Komisi III DPRD terkait LKPj bupati. Salah satu fokusnya yakni kesiapan daerah dalam mendukung PSEL.
"PSEL ini rencananya dibangun di Banjarmasin, tepatnya di kawasan TPA Basirih. Batola dan Kabupaten Banjar akan menjadi daerah pemasok sampah,"ujarnya, Rabu (15/4/2026) sore.
Kebutuhan bahan baku untuk fasilitas tersebut diperkirakan mencapai 500 hingga 700 ton sampah per hari. Dari jumlah itu, Batola diminta menyuplai sekitar 70 ton per hari.
"Produksi sampah kita saat ini berkisar 60 sampai 70 ton per hari. Secara potensi sebenarnya bisa terpenuhi, hanya saja pengelolaannya masih perlu dimaksimalkan,"jelasnya.
Ia menambahkan, teknologi yang digunakan dalam PSEL merupakan teknologi tinggi dan ramah lingkungan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi solusi atas persoalan sampah yang selama ini terus meningkat.
Selama ini, Batola masih menghadapi keterbatasan, terutama belum memiliki tempat pembuangan akhir (TPA) sendiri. Pengangkutan sampah juga masih bergantung ke luar daerah dengan jumlah armada terbatas.
"Armada kita hanya sekitar 18 truk untuk melayani seluruh wilayah. Ini jelas belum ideal,"katanya.
Dengan adanya PSEL di Banjarmasin, jarak pengangkutan akan lebih dekat sehingga biaya operasional bisa ditekan. Selain itu, pengolahan sampah di fasilitas tersebut juga disebut tidak dipungut biaya.
Di sisi lain, Batola juga mendapat dukungan program peningkatan layanan, termasuk pembangunan TPS dan TPST melalui program LSDP dari Kementerian Dalam Negeri. Salah satunya direncanakan berada di kawasan Tabing Rimbah untuk melayani wilayah utara.
Ke depan, pengelolaan sampah juga didorong hingga tingkat kecamatan agar lebih optimal."Harapannya, persoalan sampah bisa tertangani lebih baik jika fasilitas ini terealisasi,"pungkasnya.
Editor : Arif Subekti