https://radarbanjarmasin.jawapos.com, Kotabaru – Sebagai kabupaten yang banyak hamparan laut, transportasi air bagi masyarakat Bumi Saijaan bukan sekadar pilihan, melainkan urat nadi, Jumat (17/4).
Meski sudah ada akses kapal Feri rute Tarjun-Stagen, transportasi Speed tetap menjadi primadona utama karena faktor kecepatan dan efisiensi waktu.
Apalagi, sebagian besar kecamatan di Kotabaru memang mengharuskan warga menyeberangi lautan.
Pelabuhan Speed Siring Laut pun telah setia melayani mobilitas warga selama lebih dari 20 tahun, memangkas jarak antara pusat kota dengan wilayah pesisir.
Agar perjalanan lancar dan masyarakat tidak kaget dengan biaya di dermaga, penting untuk menyimak daftar tarif yang berhasil dihimpun Radar Banjarmasin langsung di lapangan, Kamis (16/4) sore.
Tarif ditentukan berdasarkan jarak tempuh dan lokasi tujuan. Untuk ke Pantai Rp 35 ribu, Tanjung Batu dan Senakin: Rp60 ribu, Sungai Bali (Pulau Sebuku), Rp75 ribu, Pudi dan Geronggang Rp90 ribu, Sekandis (Rute Terjauh): Rp120 ribu.
Tak hanya melayani penumpang perorangan, speed juga menyediakan sistem carter. Opsi ini seringkali sangat diminati rombongan yang ingin berangkat lebih privat atau enggan menunggu antrian penumpang hingga penuh.
"Kalau carter, hitungannya adalah kapasitas penuh penumpang, minimal lima orang. Jadi tarif per orang tinggal dikalikan lima," ujar Rudiansyah pengola dan penjaga Loket di Pelabuhan Spedd dekat Siring Laut.
Khairul Sani salah satu masyarakat Desa Pantai mengungkapkan, Speed ini sangat membantu dia jika ada urusan mendesak.
Bagi Sani, walaupun akses darat dan feri tersedia, masih banyak juga masyarakat lebih memilih speed karena mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan.
“Kalau dari pantai mau ke pusat kota naik motor itu kurang lebih dua belum lagi kalau di pelabuhan feri antri bisa tambah lama, kalau naik speed tidak sampai 30 menit sudah sampai,” ungkapnya.
Editor : Arif Subekti