https://radarbanjarmasin.jawapos.com, Banjarbaru – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarbaru terus mendorong kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui program penimbangan dan penukaran sampah dengan Sembako yang ditargetkan berlanjut dalam berbagai kegiatan, termasuk agenda expo dalam perayaan hari jadi Kota Banjarbaru, mendatang
Kepala DLH Kota Banjarbaru, Shanty Eka Septiani mengatakan bahwa kegiatan penimbangan dan penukaran sampah tidak hanya berfokus pada sampah yang sudah bersih dan terpilah, tetapi juga mencakup sampah rumah tangga yang telah dipilah oleh masyarakat.
Menurutnya, seluruh hasil pengumpulan sampah tersebut nantinya akan disetorkan ke pihak pengelola untuk diproses lebih lanjut.
“Bukan hanya sampah bersih, tapi sampah rumah tangga yang sudah dipilah juga kita tampung. Nanti hasilnya akan kita setorkan ke pengelola TPA provinsi,” ujarnya, Minggu (12/4).
Shanty menjelaskan, program ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini saja. Dalam waktu dekat, DLH Banjarbaru berencana melanjutkan program serupa dalam kegiatan expo sebagai upaya memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.
“Rencana kami dalam waktu dekat akan dilanjutkan di kegiatan expo,” katanya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa program tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah di masyarakat.
Saat ini, capaian pengelolaan sampah masih berada di kisaran 11 persen. Ke depan, DLH menargetkan peningkatan signifikan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat.
“Harapannya kegiatan seperti ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengubah perilaku dalam mengelola sampah,” tambahnya.
DLH Banjarbaru menilai, keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci dalam mencapai target nasional pengelolaan sampah yang lebih optimal.
Sementara itu, Lurah Palam, Zulhulaifah, mengatakan kegiatan bersih-bersuh yang serentak digelar se Kota Banjarbaru ini menjadi momentum gotong royong masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah, khususnya antara sampah organik dan anorganik.
“Alhamdulillah hari ini, khususnya warga Palam sangat antusias. Mereka bergotong royong memilah sampah, terutama plastik dan organik, dan ditimbang ditukar jadi sembako,"ujarnya.
Ia menjelaskan, sampah yang telah dipilah kemudian ditimbang oleh DLH Banjarbaru. Hasilnya tidak hanya dicatat sebagai tabungan di bank sampah, tetapi juga bisa langsung ditukar dengan paket sembako.
“Selain menjadi tabungan, hari ini juga bisa langsung ditukar dengan sembako, sehingga menambah semangat masyarakat,” katanya.
Zulhulaifah juga menambahkan, wilayahnya saat ini juga menjadi salah satu percontohan (pilot project) dalam pengelolaan sampah di Kecamatan Cempaka.
Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk terus konsisten memilah sampah dari rumah sebagai langkah awal menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
“Kami mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola sampah rumah tangga, dengan memisahkan antara organik dan anorganik,” tambahnya.
Ia berharap, melalui kegiatan seperti ini, kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah semakin meningkat dan dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan masing-masing.
Sekedar informasi, penukaran sampah menjadi sembako terdapat beberapa ukuran. Sampah yang berat kurang dari 1 kilo dihargai Mie Instan 5 pcs, sarden, teh, kecap botol, mari romma, sementara dari 1,1 - 2 kg dihargai Kopi kecil dan minyak 1 liter, sementara sampah dengan ukuran 2,1-3 kg dihargai Kopi besar dan gula 1 kg.
Namun untuk sampah yang beratnya 3,1-5 kilogram dihargai beras dan minyak 2 liter.
Editor : Arif Subekti