Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sempat Melonjak, Harga Cabai di Pasar Sentra Antasari Mulai Turun

Zulvan Rahmatan • Selasa, 31 Maret 2026 | 14:36 WIB

Harga komoditas cabai merah di Psar Sentra Antasari Banjarmasin terpantau stabil dan juga turun pasca Lebaran 2026.
Harga komoditas cabai merah di Psar Sentra Antasari Banjarmasin terpantau stabil dan juga turun pasca Lebaran 2026.

BANJARMASIN - Mayoritas harga bahan pokok di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin relatif stabil. Bahkan telah turun mengikuti situasi pacsa Lebaran Idulfitri 2026, terutama pada komoditas cabai.

Salah seorang pedagang cabai, Faraji mengungkapkan harga cabai merah telah kembali ke posisi semula, yakni sebesar Rp85 ribu yang sempat menyentuh harga Rp140-150 ribu perkilo.

Diikuti harga tomat, Rp18 ribu yang pernah mencapai harga Rp20-25 ribu perkilo. “Harga seperti hari biasa, di tempat saya kenaikan tidak ada yang bertahan,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Pedagang lain, Majid mengatakan, harga cabai merah sudah kembali ke Rp85 ribu. Ia menyebut saat menjelang Lebaran kemarin harganya sempat menyentuh Rp170 perkilo.

Cabai besar Rp30 dari Rp80 ribu perkilo dan cabai hijau Rp18 ribu dari Rp20 ribu. Sedangkan cabai kriting Rp40 ribu, sempat menyentuh Rp100 ribu perkilo.

“Kalau harganya mahal, pengunjung lebih banyak membeli ke pasar. Saat harga turun justru sepi, tapi lebih banyak dibeli oleh Paman Sayur untuk dijual lagi,” papar Majid.

Untuk harga minyak goreng, salah seorang pedangan, Icha mengaku untuk merek Alif, 2 liter dipatok harga Rp40 ribu. Sedangkan, merek Minyak Kita 1 liter seharga Rp19 ribu.

“Harga tertinggiya segini, belum ada turun yang ada malah naik dan bertahan sekitar Rp2-3 ribu,” jelasnya.

Beralih ke telur, Udin salah seorang pedagang mengaku harga telur bebek dan ayam selama ini lebih sering naik dibanding turun.

Ia menduga, ini akibat program makan bergizi gratis (MBG). Selisihnya bisa sampai Rp300-600 perbutir dan berdasarkan ukuran. “Lebih banyak naik dari pada turun,” ungkapnya.

Sementara itu, ada daging ayam, untuk ukuran besar sudah kembali menyentuh harga Rp60 ribu perekor. Sebelumnya, sempat bertahan di angka Rp70 ribu.

“Sekarang sudah turun, kalau hari biasa (tidak ada momen besar) harganya bisa di bawah Rp60 ribu,” jelas Karina, pedagang.

Salah seorang pembeli, Aida mengaku harga bahan pokok kian merangkak naik, namun ketika turun harganya tak serentak persis seperti hari bisa. “Memang turun, tapi belum semurah hari biasanya,” katanya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Nor Syahdi mengatakan, berdasarkan hasil survei harga bahan pokok terpantau stabil.

“Tidak meningkat dan masih stabil. Cuman untuk inflasi biasanya kita tahu di awal bulan,” jelasnya.

Syahdi menambahkan, harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu faktor kewaspadaan. Jika terjadi, tentu akan berdampak pada komoditas bahan pokok.

Untuk mengantisipasi itu, pasar murah menurutnya adalah opsi yang realistis untuk menekan dampak kenaikan BBM. “Kita akan jemput bola ke kantong kemiskinan, tapi yang jelas, apapun caranya pemerintah tidak akan diam,” pungkasnya.

Editor : M Oscar Fraby
#bahan pokok #banjarmasin #Cabai #Pasar Sentra Antasari