MARTAPURA - Upaya mencegah normalisasi perilaku LGBT di ruang publik digital mulai mendapat perhatian serius pemerintah daerah.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan mengonfirmasi bahwa hal tersebut memang jadi atensi negara.
Bahkan belum.lama tapi, mereka telah melakukan koordinasi dengan Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Kalimantan Selatan untuk membahas langkah strategis menyikapi maraknya fenomena penyimpangan perilaku tersebut di daerah.
Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Kalsel, Sucilianita Akbar Mengatakan, dalam pertemuan tersebut membahas jalan keluar untuk menangani perihal tersebut.
Salah satunya, kata Sucilianita, adalah menyoroti pentingnya upaya kolektif lintas sektor untuk menghentikan proses normalisasi perilaku menyimpang yang dinilai mulai dianggap wajar oleh sebagian masyarakat.
“Kami berkoordinasi mengenai cara menghentikan normalisasi terhadap perilaku LGBT. Jangan sampai fenomena ini membawa dampak negatif bagi masyarakat, khususnya bagi masa depan anak-anak kita,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan dan hasil pemantauan yang ada, terdapat kekhawatiran terhadap meningkatnya tren perilaku menyimpang yang tidak lagi terbatas di ruang privat.
Bukan tanpa alasan, menurutnya, saat ini fenomena tersebut semakin sering ditampilkan, dan bahkan disebarluaskan melalui media digital.
“Hal seperti itu berpotensi membentuk persepsi keliru di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Diskominfo Kalimantan Selatan akan mengambil peran aktif melalui sejumlah langkah strategis.
Di antaranya pengawasan media sosial untuk memantau persebaran konten digital, hkngga penguatan keamanan informasi.
“Selain itu perlu juga dilakukan peningkatan literasi digital masyarakat agar lebih kritis terhadap konten yang beredar di ruang publik,” ungkapnya.
Kemudian, tambha Sucilianita, Diskominfo juga mendorong edukasi publik, guna meningkatkan pemahaman masyarakat terkait dampak sosial dari berbagai fenomena yang berkembang di ruang digital.
“upaya pencegahan ini, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Tetapi juga harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga,” ujarnya.
Karena itulah, ia berharap lingkungan keluarga dan sosial bisa lebih peka terhadap perkembangan perilaku individu, agar nilai-nilai norma tetap terjaga.
“Harapannya, masyarakat bisa lebih peduli dan tidak membiarkan normalisasi ini terus berkembang, demi menjaga lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang,” tutupnya.
Editor : Arif Subekti