Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tambang Aktif Bertambah, Sistem Reklamasi Buka-Tutup Diterapkan PT Galuh Cempaka

Sheilla Farazela • Minggu, 22 Februari 2026 | 14:08 WIB

Area galian tambang milik PT Galuh Cempaka di Jalan Guntung Manggis Ujung terlihat mengalami perluasan (Galuh Cempaka Untuk Radar Banjarmasin)
Area galian tambang milik PT Galuh Cempaka di Jalan Guntung Manggis Ujung terlihat mengalami perluasan (Galuh Cempaka Untuk Radar Banjarmasin)

BANJARBARU – Area galian tambang milik PT Galuh Cempaka di Jalan Guntung Manggis Ujung terlihat mengalami perluasan.

Aktivitas penggerukan lahan terpantau berlangsung di seberang Danau Caramin, yang sebelumnya menjadi lokasi operasional perusahaan.

External PT Galuh Cempaka, Nunung Harianto, membenarkan adanya pembukaan lahan baru tersebut. Ia menyebut area yang dijadikan lokasi tambang aktif memiliki luas sekitar satu hektare dan berada sejauh 1,25 kilometer dari permukiman warga.

“Tahun kemarin kami buka lahan di seberang Danau Caramin itu. Jaraknya sekitar 1,25 kilometer dari permukiman dengan luasan sekitar satu hektare saja, dipastikan aman dari lingkungan sekitar,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (21/2).

Untuk mendukung keamanan operasional, area tambang tersebut dilengkapi tanggul setinggi tiga meter dengan lebar sekitar delapan meter.

Tanggul berfungsi mencegah masuknya air serta mengurangi risiko kerusakan akibat cuaca ekstrem.

Hari menjelaskan, sistem operasional tambang dilakukan dengan metode buka-tutup. Area yang telah selesai ditambang akan segera ditutup kembali sebelum membuka titik baru.

“Sistemnya buka sedikit, diambil, lalu ditutup lagi. Jadi tidak dibuka lebar. Dengan cara ini dampak lingkungan bisa kami reduksi,” katanya.

Menurutnya, aktivitas keluar-masuk truk di lokasi merupakan bagian dari sistem tersebut, termasuk untuk mendukung proses reklamasi lahan pascatambang.

Ia menambahkan, karakter lahan di kawasan Galuh Cempaka yang didominasi rawa membuat tanah mudah gembur dan berpotensi longsor jika dibuka terlalu luas, terutama saat curah hujan tinggi. Karena itu, pembukaan lahan dilakukan secara terbatas untuk menjaga stabilitas area dan keselamatan kerja.

Baca Juga: Satpol PP Tanah Laut Sita Miras dalam Razia Ramadan, Ditemukan Tersembunyi di Semak

“Kawasan ini termasuk catchment area. Dengan karakter lahan rawa, operasi pertambangan sangat bergantung pada kondisi hujan demi menjaga keselamatan,” jelasnya.

Ke depan, pengembangan tambang masih difokuskan di wilayah Banjarbaru. Perusahaan juga belum memiliki rencana ekspansi ke daerah lain, termasuk Kabupaten Tanah Laut.

“Dengan kapasitas alat yang terbatas dan kondisi lahan rawa, progresnya memang bertahap dan tidak bisa cepat,” ungkapnya.

Editor : Arif Subekti
#Cempaka #perusahaan #banjarbaru #Tambang #Manggis