Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Langsat Lanbau: Primadona yang Tetap Diburu Meski Terkepung Tanah Masam

M Padil Ihsan • Selasa, 6 Januari 2026 | 10:16 WIB
LEBAT: Langsat Lanbau berbuah lebat di pohon nya. (Foto: Ahmad Sarpani)
LEBAT: Langsat Lanbau berbuah lebat di pohon nya. (Foto: Ahmad Sarpani)

KANDANGAN – Para pekebun di Desa Durian Rabung, Kecamatan Padang Batung, saat ini tengah memasuki masa panen buah Langsat Lanbau. Meski pohon-pohon di sentra bibit tertua ini masih berbuah, para petani merasakan adanya penurunan produktivitas yang cukup signifikan dibandingkan musim-musim sebelumnya.

Ahmad Sarpani, salah satu pekebun setempat, mengungkapkan bahwa faktor cuaca yang tidak menentu belakangan ini telah mengubah kualitas tanah menjadi masam. Kondisi ini berdampak langsung pada penurunan volume panen yang dihasilkan dari setiap pohonnya.

"Jika dalam kondisi normal satu pohon mampu menghasilkan sekitar 60 hingga 90 kilogram, musim kali ini hasilnya tidak seoptimal itu karena intensitas buah yang menurun akibat keasaman tanah," jelas Sarpani.

Menghadapi tantangan tanah masam tersebut, para petani di Desa Durian Rabung tidak tinggal diam. Sarpani dan pekebun lainnya melakukan langkah penyelamatan intensif dengan menaburkan kapur dolomit serta pupuk NPK. Langkah teknis ini dilakukan agar kondisi tanah tetap terjaga unsur haranya dan penyerapan nutrisi oleh pohon langsat dapat berlangsung maksimal di tengah cuaca yang buruk.

Meski produksi menurun, nilai ekonomi Langsat Lanbau tetap tinggi dengan harga eceran di kisaran Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram. Tingginya permintaan pasar membuat harga cenderung stabil meskipun stok dari pekebun sedang terbatas.

Pasar Langsat Lanbau pun menjangkau wilayah yang luas. Pembeli besar tidak hanya datang dari warga lokal, tetapi juga dari kota-kota besar seperti Banjarmasin untuk dibawa keluar daerah.

Kelangkaan stok Langsat Lanbau di tingkat petani justru membuat buah ini semakin diburu oleh calon konsumen yang jumlahnya tetap banyak.

Editor : Arif Subekti
#hulu sungai selatan #panen #has #buah