KOTABARU- Kondisi sektor perikanan di Bumi Saijaan sedang tidak baik-baik saja.
Dalam tiga hari terakhir, stok ikan segar di Pasar Kemakmuran Kotabaru terjun bebas. Akibatnya, harga di tingkat pedagang meroket hingga membuat lapak-lapak ikan sepi peminat.
Pantauan Radar Banjarmasin di lapangan, Minggu (4/1) sore, dari sekira 50 lebih pedagang yang biasanya memadati blok ikan, kini hanya tersisa belasan orang saja.
Kondisi pasar pun tampak sunyi. Jarangnya pembeli yang berlalu-lalang di blok ikan adalah bukti bahwa daya beli masyarakat sedang tertekan oleh tingginya harga ikan laut.
Minimnya pasokan ini dipicu oleh dua faktor utama, yaitu cuaca buruk di perairan angin barat dan fenomena terang bulan yang membuat hasil tangkapan nelayan menurun drastis.
Salah satu pedagang ikan, Daeng Tutu atau yang akrab disapa Abah Riski, mengaku terpaksa memangkas jam operasionalnya.
Jika biasanya ia berjualan hingga sore, kini sebelum tengah hari ia sudah harus mengemas dagangannya karena stok yang sangat terbatas.
“Tadi jualan dari pagi sampai jam 11 saja, ini saya sudah di rumah. Tadi di pasar saya jual ikan Tongkol seharga Rp40 ribu per kilo, sedangkan Tenggiri tetap di angka Rp 60 ribu per kilo. Itu pun langsung ludes karena barangnya memang sedikit,” ungkap Abah Riski kepada Radar Banjarmasin.
Kenaikan harga ini memang cukup signifikan. Untuk ikan jenis Rumah-rumah (peda) harga eceran kini menyentuh Rp60 ribu hingga Rp 65 ribu per kilogram.
Ikan Selangat yang biasanya murah meriah kini Rp25 ribu sampai Rp 30 ribu, sementara ikan Lajang dipatok di angka Rp 40 ribu per kilogram.
Mahalnya harga ikan segar ini mulai mengubah pola belanja masyarakat. Meyna Ratna Sari (33), salah satu warga yang sempat memantau harga di pasar, mengaku mengurungkan niatnya membeli ikan.
Ia lebih memilih beralih ke komoditas lain yang harganya lebih stabil.
“Mahal sekali pak. Rencananya mau beli ikan, tapi mendengar harganya begitu, saya tidak jadi. Lebih baik ganti ayam saja,” jelasnya.
Menurut Meyna, fenomena ini memang kerap terjadi setiap momen setelah tahun baru, namun kali ini terasa lebih berat karena stok yang sangat langka.
Kondisi pasar pun tampak lengang. Jarangnya pembeli yang berlalu-lalang di blok ikan menjadi bukti bahwa daya beli masyarakat sedang tertekan oleh tingginya harga komoditas laut tersebut.
Hingga kini, masyarakat dan pedagang hanya bisa berharap cuaca kembali bersahabat agar pasokan ikan kembali normal dan harga kembali stabil.
Editor : Arif Subekti