Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tak Bisa Berenang, Bayu Bastari Perankan Sosok Hamdan di Film Kuyank yang Dekat dengan Sungai dan Rawa

Zulvan Rahmatan • Kamis, 25 Desember 2025 | 14:48 WIB
Proses syuting adegan Hamdan di Film Kuyank yang bakal tayang di bioskop Indonesia Januari mendatang. (Bayu Bastari untuk Radar Banjarmasin).
Proses syuting adegan Hamdan di Film Kuyank yang bakal tayang di bioskop Indonesia Januari mendatang. (Bayu Bastari untuk Radar Banjarmasin).

BANJARMASIN - Hamdan, seorang pemuda desa tengah mencari keberadaan adik sepupunya yang diyakini terjebak di Kota Saranjana, kota mistis yang jadi urban legend di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Hingga suatu hari ia menemui Utuh Ampung, tokoh adat di Desa Nagara, yang dipercaya memiliki kunci untuk masuk ke Kota Saranjana.

Sebagai karakter keras kepala, Hamdan menempuh risiko besar dalam penelusurannya, pencarian itu membuka kaitan serius antara keduanya.

Petualangan itu membuka tabir mistis yang mencekam, sosok kuyang bukan sekedar cerita, melainkan urban legend yang melekat di antara kepercayaan adat setempat.

ketegangan pelan dari konflik kian terasa, pelan-pelan mengunci pilihan dan puncaknya jelas cinta yang berubah menjadi kutukan mala petaka.

Beranjak dari urban legend ini, film Kuyank resmi meluncurkan trailer dan poster dalam konferensi pers di Signature Park Grande, Jakarta pada Senin (22/12/2025).

Aktor asal Banua, Bayu Bastari Setiawan kembali memerankan satu film lagi berlatar Banua yang akan segera kembali mengisi panggung layar lebar Indonesia.

Dalam film yang berjudul Kuyank, pria kelahiran Tapin ini mengungkapkan sederet kesan menantang kala prosesi syuting berlatar di wilayah Nagara, Daha yang terkenal luas dengan rawa itu.

Sederet pengalaman tak tak biasa dilakoni, hingga beradu akting dengan salah satu aktor laga legendaris Indonesia Barry Prima.

“Itu gugupnya luar biasa, lebih gugup dari syuting berenang tapi aslinya tidak bisa berenang,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin (25/12/2025).

Memerankan karakter Hamdan, Bayu Bastari mendukung sosok pemeran kunci dalam film yang mengangkat urban legend di Bumi Lambung Mangkurat ini.

Terlebih, kebanyakan agedannya selalu berdekatan dengan suasana sungai dan rawa malam.

“Karena banyak adegan di air. Memang harus akrab dengan jukung, rawa dan sungai, walau aslinya tidak bisa berenang,” bebernya.

Namun ia bangga seluruh pengambilan adegan bisa berjalan lancar, meski disertai terbatas keterampilan renang.

“Jadi harus tetap terlihat tenang dengan segala gugupnya, tapi tetap dalam pengawasan kru profesional,” ungkap Bayu.

Semua adegan diambil secara murni tanpa disertai pemeran pengganti. Baik mengayuh jukung, berendam di dalam air dilakukan penuh penghayatan.

Sementara itu, adegan di film Kuyank ini menjadi kesan paling menantang, meski bertolak belakang dengan kemampuan pribadi Bayu.

“Semua telah diperhitungkan dengan persetujuan tim hingga selesai, rasaya bangga,” terang Bayu.

Film Kuyank berdurasi 98 menit disertai dialog berbahasa Banjar, menjadi pelengkap dari lanjutan film Saranjana yang telah rilis di pasar layar lebar Indonesia pada 19 Oktober 2023 lalu.

Genre horor yang diproduksi oleh DHF Entertaiment akan mengisi layar bioskop-bioskop Indonesia, termasuk rilis di Banjarmasin pada 29 Januari 2026 mendatang.

Editor : Arif Subekti
#poster #Urban #kuyang #Barry Prima #resmi #berenang #Sungai #rawa #Film #trailer