PALANGKA RAYA - Musyawarah Wilayah (Muswil) Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Kalimantan Tengah resmi dibuka oleh Gubernur Kalteng yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum dengan penegasan penting mengenai penguatan solidaritas antar etnis, dan kontribusi strategis orang Banjar dalam pembangunan daerah.
Sambutan yang semestinya disampaikan Ketua Umum/Presiden KBB se Dunia, H. Sahbirin Noor, kali ini dibacakan oleh Sekjen KBB, H. Taufik Arbain, mengingat Ketua Umum sedang menjalankan agenda resmi di Surabaya.
Dalam pesan yang dititipkan, Ketua Umum/Presiden KBB se Dunia menekankan bahwa Muswil KBB Kalteng harus menjadi ruang bagi musyawarah, gotong royong, dan mufakat, sehingga keputusan yang dihasilkan dapat memperkuat jalinan solidaritas dan silaturahmi antarwarga Banjar di mana pun berada.
“Siapapun yang terpilih nanti harus didukung penuh dalam menjalankan program organisasi demi memperkuat eksistensi orang Banjar di Kalimantan Tengah,” ujarnya dalam sambutan tersebut.
Ketua Umum juga menegaskan bahwa keberadaan KBB tidak hanya berfungsi sebagai wadah identitas dan silaturahmi, tetapi juga harus memberi kontribusi nyata bagi warga Banjar khususnya, dan pembangunan Kalimantan Tengah secara umum.
Hal ini selaras dengan prinsip 'di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung'— mengajak warga Banjar untuk tetap menjunjung nilai kebajikan di mana pun mereka mengabdi dan 'jangan rumput maalahanan banua'.
Ekspansi KBB hingga Mancanegara
Dalam kesempatan itu, Sekjen KBB menyampaikan perkembangan organisasi yang dinilai sangat signifikan.
Hanya dalam dua tahun terakhir, KBB telah mengesahkan dan melantik 26 Pengurus Wilayah (PW) KBB se dunia, termasuk lima PW luar negeri seperti Arab Saudi, Kuwait, Taiwan, Brunei, dan Singapura.
Bahkan, satu pekan sebelum Muswil ini, PW LN KBB Singapura dan PW KBB Kepulauan Riau baru saja dilantik.
Semua ini menjadi wujud semangat 'Bergerak Banjar Menjemput Dunia'.
Amanah ini untuk melanjutkan PR dan Amanah yang sejak pendirian KBB baru mencapai 4 PW KBB terSK dan terlantik.
Ia menambahkan bahwa percepatan penertiban administrasi dan legal formal organisasi merupakan amanah Kongres KBB 2022 dan saran dari para penasehat KBB.
Langkah ini dianggap sangat penting agar KBB benar-benar menjadi representasi sah dari paguyuban orang Banjar, bukan sekadar klaim sepihak yang mengatasnamakan KBB tetapi tidak ada legal formal organisasi.
Muswil Kalteng tahun ini menjadi bagian dari proses penataan dan penguatan organisasi tersebut.
Mengapa Paguyuban Etnis Masih Diperlukan?
Menjawab pertanyaan mengenai urgensi paguyuban etnis di era modern, Sekjen menegaskan bahwa keberadaan organisasi seperti KBB justru memperkuat kebhinekaan Indonesia.
“Indonesia tanpa keragaman etnis ibarat taman dengan satu jenis bunga, tidak elok dipandang mata,” ungkapnya, menekankan bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa.
Paguyuban etnis juga menjadi sarana pembelajaran dalam tata kelola relasi sosial secara damai dan modern.
Menurutnya, jika terjadi perbedaan pandangan atau riak-riak internal, penyelesaiannya harus dilakukan dengan cara yang elegan, lembut, dan berlandaskan nilai adat budaya—bukan dengan sikap-sikap konservatif yang memicu ketegangan.
Sekjen juga mengingatkan bahwa orang Banjar memiliki tradisi peradaban panjang yang berakar pada prinsip 'adat bersendi syara, syara bersendi Kitabullah.'
Modal sosial seperti budaya religius, kepedulian terhadap pendidikan agama, hingga kekayaan kuliner adalah kekuatan besar yang harus terus dirawat.
Mendorong Generasi Banjar Berprestasi
Pada bagian akhir sambutannya, Sekjen menegaskan bahwa KBB harus menjadi ruang saling berbagi, berdiskusi, serta merencanakan langkah-langkah strategis bagi masa depan warga Banjar.
Konsolidasi internal, kekompakan, dan hubungan harmonis dengan seluruh suku di Kalimantan menjadi fondasi untuk mendorong generasi muda Banjar berprestasi di bidang pendidikan, ekonomi, agamar, sosial-budaya, hingga politik terlebih dalam dunia internasional.
Muswil KBB Kalteng 2025 pun diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat organisasi dan menegaskan kontribusi orang Banjar bagi pembangunan Kalimantan Tengah.
Rombongan dari PP KBB Sadunia dihadiri Sekjen KBB, Bidang Organisasi dan Administrasi Drs H Tarmuji, Bidang Silaturahmi dan zuriat Drs H Amanul Yakin, Drs Akhmad Arifin, dan Ketua PDK KBB Banjarmasin Drs H Suryani.