Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kalsel Tetap Waspada, Pakar Ingatkan Pentingnya Bangunan Tahan Gempa

Sheilla Farazela • Kamis, 6 November 2025 | 13:31 WIB
Ketua Jurusan Arsitektur Universitas Lambung Mangkurat, Dr. Eng. Akbar Rahman ingatkan pentingnya bangunan tahan gempa (Sheilla/ Radar Banjarmasin)
Ketua Jurusan Arsitektur Universitas Lambung Mangkurat, Dr. Eng. Akbar Rahman ingatkan pentingnya bangunan tahan gempa (Sheilla/ Radar Banjarmasin)

Banjarbaru – Kalimantan Selatan (Kalsel) selama ini dikenal sebagai wilayah dengan zona seismisitas rendah. Namun, gempa yang terjadi di Tarakan, Kalimantan Utara, pada Rabu (5/11) malam menjadi pengingat bahwa Pulau Kalimantan tidak sepenuhnya bebas dari potensi gempa bumi.

Ketua Jurusan Arsitektur Universitas Lambung Mangkurat, Dr. Eng. Akbar Rahman menegaskan pentingnya kesiapsiagaan struktural dan kelembagaan di Kalsel, terutama dalam pembangunan gedung.

“Kesiapsiagaan tetap diperlukan, karena ketahanan gempa sangat bergantung pada kekuatan struktur dan kedisiplinan dalam perencanaan bangunan,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Kamis (6/11).

Akbar menjelaskan, standar bangunan tahan gempa telah diatur dalam SNI 1726:2019, yang menjadi acuan wajib bagi seluruh konstruksi bangunan gedung maupun infrastruktur publik di Indonesia.

Ia menyebut, sebagian besar bangunan publik baru di Kalsel sudah mengimplementasikan standar tersebut melalui proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Namun, ia mengingatkan masih banyak bangunan lama dan rumah tinggal masyarakat yang belum memenuhi standar bangunan tahan gempa.

“Perlu dilakukan evaluasi teknis dan edukasi kepada masyarakat agar rumah tinggal pun memiliki ketahanan terhadap getaran,” tambahnya.

Lebih lanjut, Akbar memaparkan beberapa langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi dampak gempa di Kalsel.

"Pengembangan kajian geotektonik dan mikrozonasi untuk memperkuat dasar RTRW dan RDTR, peningkatan kapasitas teknis pengawasan bangunan oleh tenaga ahli, serta edukasi kebencanaan bagi masyarakat dan pengguna bangunan publik," sebutnya.

Selain itu, ujar Akbar prosedur pascagempa seperti penilaian cepat keamanan struktur, evakuasi terarah, dan evaluasi forensik terhadap bangunan rusak juga perlu disiapkan secara terkoordinasi.

“Prinsipnya, ketahanan gempa terletak pada struktur yang kuat dan disiplin terhadap regulasi. Kita perlu memperkuat budaya keselamatan dalam setiap lapisan masyarakat,” tegas Akbar.

Dengan langkah-langkah tersebut, Kalsel diharapkan dapat membangun sistem bangunan yang tangguh dan adaptif terhadap potensi bencana, meski berada di wilayah dengan risiko gempa relatif rendah.

Editor : Arif Subekti
#kalimantan selatan #banjarbaru #Gempa #bmkg #bangunan