BATULICIN – Musisi sekaligus jurnalis asal Kalimantan Selatan, Puja Mandela, merilis single terbarunya berjudul “Cerita yang Lalu”, yang akan tersedia di Spotify, YouTube Music, dan Apple Music mulai 10 November 2025.
Lagu ini menjadi lanjutan karya Puja setelah “Lagu untuk Nada”, yang dirilis pada Mei 2025 lalu.
“Cerita yang Lalu” diproduksi di Beehive Home Studio Recording dengan sentuhan vokal khas Puja Mandela dan permainan piano oleh Prima Yuda Prawira, yang juga bertindak sebagai produser.
Lagu ini menghadirkan balada reflektif yang menggambarkan suasana batin manusia di tengah kondisi dunia yang dilanda ketidakadilan, perang, korupsi, dan kerusakan lingkungan.
Melalui metafora—udara, api, debu, dan hujan—lagu ini merekam perjalanan dari kehilangan menuju penerimaan.
Lirik pembuka, “Kita bertemu kembali, saat dunia sedang terluka…”, menggambarkan pertemuan dua jiwa di tengah kekacauan. Sementara pada bagian refrain, ia menulis, “Kau dan aku, cerita yang lalu / Api yang menyala menjadi debu,” yang kemudian ditutup dengan baris “Hujan yang sengaja, jatuh dari udara / Menghapus jejak, cerita kita berdua.”
Dalam perilisan kali ini, ia juga memperkenalkan visual sampul lagu yang dibuat dengan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Gambar tersebut menampilkan pertemuan dirinya versi dewasa dan versi masa kecil, sebagai simbol refleksi diri dan penerimaan masa lalu.
“Cerita yang Lalu” bukan sekadar lagu tentang kehilangan, tetapi menegaskan bahwa kehilangan adalah bagian dari kehidupan,” ujar penulis buku esai Tak Semua Hal Harus Masuk Akal itu.
Lagu ini menjadi bagian dari perjalanan kreatif Puja Mandela yang terus mengeksplorasi tema kemanusiaan, kehilangan, dan harapan melalui medium musik.
Editor : Arif Subekti