Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sudah Selesai Digarap, Film Pirunduk Segera Gentayangan di Bioskop

Endang Syarifuddin • Jumat, 31 Oktober 2025 | 11:04 WIB

 

SYUTING: Proses pengambilan gambar film Pirunduk di salah satu lokasi di Banjarmasin.
SYUTING: Proses pengambilan gambar film Pirunduk di salah satu lokasi di Banjarmasin.

BANJARMASIN – Hampir sebulan berjibaku di lokasi syuting, film horor Banjar berjudul Pirunduk akhirnya tuntas digarap. Karya anak Banua ini sudah memasuki tahap pascaproduksi. Ditargetkan tayang di jaringan bioskop nasional pada awal tahun depan.

"Syuting sudah selesai 8 Juli lalu, total selama 24 hari. Sekarang kami masuk tahap penyuntingan, sound, dan efek visual di Jakarta," ujar produser Budi Ismanto dalam konferensi pers di Banjarmasin, Kamis (30/10) sore.

Film ini disutradarai Billy Christian, dengan penulis skenario Budi Ismanto, Tubagus Dedy, dan Billy Christian sendiri. Sebagai produser, Budi mengaku kerap ditanya publik soal status film tersebut.

"Banyak yang kira Pirunduk bukan film bioskop. Padahal ini film layar lebar yang akan tayang di jaringan nasional seperti XXI dan Cinepolis," katanya.

Berbeda dengan kebanyakan film horor Indonesia yang didominasi cerita Jawa dan Sunda, Pirunduk hadir membawa aroma mistis khas tanah Banjar. Istilah Pirunduk sendiri diambil dari kepercayaan lokal tentang ilmu hitam.

"Film ini berangkat dari urban legend Banjar. Horor, tapi punya pesan moral tentang kekuasaan dan karma," ungkap Budi.

Film ini banyak melibatkan selebgram Banua, seperti Bayu, Guru Ibir, Acil Ipit, Ipul Hari, bahkan Bupati Batola Bahrul Ilmi yang berperan kecil sebagai tukang angkut kayu galam.

"70 persen pemeran dan 60 persen kru berasal dari Banua," tegasnya.

Tak hanya pemain dan lokasi, penggunaan bahasa daerah juga menjadi daya tarik tersendiri. Sekitar 60 persen dialog film ini berbahasa Banjar, namun tetap disertai teks terjemahan agar mudah dipahami penonton nasional.

"Bahkan pemeran utama, Aulia Sarah, kami latih khusus berbicara dalam logat Banjar," ungkapnya.

Selain Aulia Sarah, film ini juga dibintangi Bucek Deep, dan tiga artis lain, yaitu Yuriko Anjelin, Alam Jaya, dan Boy Idris yang berdarah Banjar.

"Kombinasi pemain nasional dan lokal ini diharapkan bisa menjembatani penonton Indonesia untuk mengenal budaya Banjar lebih dekat," tambahnya.

Proses pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi di Banjarmasin seperti seperti Tatah Masjid, Alalak Berangas, Sungai Jingah, hingga Sungai Bakung.

"Paling banyak di Tatah Masjid, karena suasananya masih terasa seperti Banjar tempo dulu, lengkap dengan sungai, warga masih menggunakan perahu dan menghuni rumah kayu klasik," katanya.

Tak sedikit tantangan dihadapi tim produksi, mulai dari hal mistis, cuaca yang tidak menentu hingga pembengkakan anggaran.

"Karena cuaca sempat molor, tapi dengan dukungan penuh Pentana Studio Production dan pelaksana produksi Bima Sakti, semua bisa diselesaikan," ucapnya lega.

Lalu sejauh mana progresnya saat ini? Ia menyebut kini proses pascaproduksi tengah berjalan di Jakarta, termasuk penggarapan efek visual di Yogyakarta.

"Memang agak lambat, tapi kami ingin hasil maksimal. Targetnya selesai akhir November," jelasnya.

Jika sesuai rencana, Pirunduk akan tayang serentak di seluruh jaringan bioskop nasional pada awal tahun 2026. "Target utama tetap penonton Kalsel.  Tapi kami yakin film ini bisa diterima di tingkat nasional karena keunikannya," pungkas Budi.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#banjarmasin #Film