PELAIHARI - Kabupaten Tanah Laut (Tala) bersiap menggelar ajang spektakuler Festival Layang-Layang 2025.
Event berskala nasional ini akan berlangsung selama dua hari, 30-31 Agustus, di Pantai Batakan Baru, Kecamatan Panyipatan, dan diperkirakan meluas hingga Pantai Batakan Lama karena lonjakan jumlah peserta.
Kepala Dinas Pariwisata Tala, Zulpuaddin, Kamis (21/8/2025), mengungkapkan hingga saat ini lebih dari 650 peserta telah mendaftar, dan jumlahnya dipastikan terus bertambah.
"Kami menargetkan pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan menerbangkan minimal 500 layang-layang tradisional secara bersamaan," ujarnya.
Peserta tidak hanya berasal dari kabupaten/kota di Kalsel seperti Hulu Sungai Selatan, Tapin, Banjar, Barito Kuala, dan Kotabaru, tetapi juga dari provinsi lain, antara lain Bali, Kalimantan Timur, Yogyakarta, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat.
Bahkan, sejumlah peserta dari Malaysia dan Singapura telah menyatakan siap hadir, membawa layang-layang modern dua hingga tiga dimensi.
Festival ini akan dibuka pada 30 Agustus dengan pameran layang-layang modern, termasuk pertunjukan malam yang menampilkan kreasi layang-layang berlampu warna-warni.
Keesokan harinya, 31 Agustus, giliran ribuan layang-layang tradisional atau dandang yang akan menghiasi langit, sekaligus menjadi momen pemecahan rekor MURI.
"Layang-layang tradisional yang ditampilkan juga sudah dimodifikasi agar semakin menarik. Selain bentuk yang beragam, akan ada suara khas dari bambu yang menambah keunikan," tambah Zulpuaddin.
Editor : Arif Subekti