AMUNTAI - Belasan finalis Nanang Galuh tahun 2025, audensi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Audiensi dari Pewadahan Nanang Galuh Kabupaten HSU, berlangsung di ruang rapat kerja DPRD HSU, Rabu (6/8/2025).
Ketua Komisi II DPRD HSU H Mukhsin Haita dan anggota komisi menyambut finalis dalam kapasitas pengenalan dunia parlemen termasuk rapat dengan pendapatan.
“Saya mengapresiasi tinggi atas pemaparan program-program kerja yang disampaikan dan memberikan masukan serta saran bagi pewadahan nanang galuh,” ujarnya.
Mukhsin merupakan olitisi asal Partai Demokrat ini, berharap Pewadahan Nanang Galuh ini bisa berdampak postif untuk warga HSU.
Lewat kesempatan ini, Nanang Galuh HSU kedepannya, dapat mempromosikan mengangkat khas budaya lokal untuk diperkenalkan secara luas.
“Jangan terhenti pada even ini saja. Saya harap pemuda dan pemudi kedepannya terus memiliki keinginan untuk terus mengenal Budaya Banjar secara luar kedepannya. Bagi dinas yang menaungi bisa melakukan pembinaan secara berkesinambungan,” pesannya.
Sementara itu, Junaidi dari Komisi II DPRD HSU, menambahkan, disahkannya Perda Inovasi Daerah, tentu menjadi spirit bagi generasi kreatif.
Sebab dalam perda tersebut, masyakarat mendapat keleluasaan dalam menciptakan ide kreatif sebagai inovasi daerah.
“Ini peluang untuk terus berkreasi dan bisa diusulkan dan kemungkinan dapat dibiayai dari APBD," tambah Junaidi yang juga Ketua Bapemperda DPRD HSU.
Ibnu Malkan, mewakili Pewadahan Nanang Galuh Hulu Sungai Utara, menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak legislatif atas edukasi, saran, masukan dan nasehat dalam kemajuan pewadahan Nanang Galuh HSU.
Ibnu menyampaikan bahwa para finalis akan tampil dalam ajang Grand Final Nanang Galuh Hulu Sungai Utara pada Sabtu malam tanggal 9 Agustus 2025, di Aula Dr KH Idham Chalid.
Diketahui juga, dalam kegiatan tersebut
para finalis diberi kesempatan untuk menjelaskan berbagai advokasi atau program kerjanya untuk memajukan dan melestarikan kebudayaan di daerah ini.
Beberapa diantaranya advokasi tersebut, memajukan tradisi-tradisi lokal dari segi kuliner, kerajinan tangan maupun segi musik yang dibungkus dalam teknologi digital melalui media sosial.
Editor : Arif Subekti