BATULICIN - Warga Kompleks Bumi Dharma Praja, Desa Kersik Putih, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, mengeluhkan distribusi air bersih dari PT Air Minum Bersujud yang terganggu selama hampir dua bulan terakhir.
Menurut Yahya, salah satu warga, aliran air hanya mengalir sebentar setiap hari.
Akibatnya, warga harus menampung air saat aliran hidup sebentar di malam hari atau membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Air hanya mengalir sebentar tengah malam, itu pun sangat kecil,” ujar Yahya, Senin (28/4).
Ia menyebut, sebelumnya gangguan serupa biasanya hanya terjadi satu hingga dua hari sebelum adanya kenaikan tarif pada Januari lalu.
Namun kali ini, gangguan berlangsung berbulan-bulan.
“Padahal curah hujan tinggi, tapi airnya mati. Tarif air juga naik sekitar 30 persen,” terangnya.
Yahya mengatakan, laporan telah disampaikan melalui Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional–Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR) dan layanan WhatsApp resmi PTAM namun hingga kini belum ada tindak lanjut.
“Sudah melapor, tetapi belum ada perbaikan,” katanya.
Ia juga sering melihat truk dari PTAM Bersujud masuk ke kompleksnya, namun bukan untuk perbaikan pelayanan.
Yahya berharap Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) Tanah Bumbu itu segera memperbaiki distribusi air bersih agar pelayanan kembali normal.
“Kalau seperti ini, rugi memasang PDAM,” keluhnya.
Radar Banjarmasin telah menghubungi Humas PTAM Bersujud, Selvi Yanti, untuk meminta penjelasan langsung di Kantor PTAM Bersujud.
Namun, ia menyatakan perlu berkoordinasi terlebih dahulu dengan bagian teknis.
Selvi kemudian memberikan nomor telepon pihak yang dapat memberikan penjelasan, tetapi hingga saat ini, pesan dan telepon belum mendapat respons.
Editor : Arif Subekti