Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pengalaman Mistis Pemeran Utama dan Sutradara Film Bagandang Nyiru Saat Syuting di Hutan Kotabaru

Jumain Radar Banjarmasin • Minggu, 27 April 2025 | 18:11 WIB

MISTIS: Salah satu adegan film yang diperankan oleh Cici sampai ke alam sebelah.
MISTIS: Salah satu adegan film yang diperankan oleh Cici sampai ke alam sebelah.

KOTABARU- Keyco Cira Tabina (Cici), pemeran utama Film mengangkat Mitos Budaya Masyarakat Banjar 'Bagandang Nyiru' dan Aditya Rahman (Sutradara) mengatakan dirinya pernah merinding saat syuting sampai jam 02.00 subuh.

Hal ini diungkapkannya saat di wawancara Radar Banjarmasin, Minggu (27/4) sore.

Diingatnya, selama syuting ia menjalani baik baik saja. Namun, saat syuting di hutan sampai subuh ia merasakan suasana yang berbeda.

Dimana lanjutnya, udara yang seharusnya dingin dan sejuk seperti yang rasakan temannya, berbeda dengan apa yang ia rasakan.

“Waktu itu teman teman yang lain pada kedinginan, saya merasakan hawa berbeda seperti pengap dan panas,” ungkapnya.

Dan seakan lanjutnya, seperti banyak orang, namun tak sedikitpun suara dan orang banyak yang kelihatan.

“Karena ini, saya segera beristighfar, dan alhamdulillah dalam keadaan baik baik saja sampai sekarang,” katanya.

Selain, Cici, Aditya Rahman sutradara film ini juga merasakan pengalaman mistis saat syuting.

Seingatnya, waktu itu memasuki senja, waktu part pemeran utama. Disitu ia merasakan ada sesuatu yang sangat berat setelah dilihat sekitarnya ternyata dekat bangunan Belanda.

“Saya waktu itu, langsung terdiam dan syuting saya hentingkan, saya tidak mau ambil resiko takut ada tim dalam keadaan bahaya,” kisahnya.

MISTIS: Salah satu adegan film yang diperankan oleh Cici sampai ke alam sebelah.
MISTIS: Salah satu adegan film yang diperankan oleh Cici sampai ke alam sebelah.

“Dibalik ada pengalaman mistis ini, saya tidak pernah sebelumnya menceritakan kepada teman teman di lapangan, dan alhamdulillah fim ini bisa selesai,” tutupnya.

Editor : Arif Subekti
#Kotabaru #masyarakat banjar #Budaya #kalimantan selatan #film lokal