Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Mengandung Unsur Kekerasan, Berikut Tiga Game Kontroversial yang Dilarang Dimainkan Bocil, Bisa Merusak Moral

Muhammad Torieq Abdillah • Sabtu, 7 September 2024 | 09:46 WIB
Photo
Photo

Pada dasarnya, game dimainkan sebagai bentuk hiburan bagi pemainnya, sekedar melepas penat, bahkan sebagai pekerjaan bagi mereka yang profesional.

Sepertinya halnya pengguna game konsol, meskipun sempat meredup beberapa tahun terakhir akibat masifnya game di smartphone, maka trend penggunaan game sedikit bergeser.

Namun, game konsol kembali diminati lagi dan rental ada di mana-mana.

Lebih-lebih, bagi pemain game lama di era 2000an, kembali bermain game konsol menjadi ajang nostalgia bagi mereka.

Berbicara game, tidak semua game bisa dimainkan secara bebas. Bukan karena sulit diakses atau berharga cukup mahal, tetapi lebih pada moral yang dipertaruhkan.

Artinya, ada beberapa game yang dinilai mengandung unsur kekerasan secara visual sehingga tidak dapat dimainkan secara bebas begitu saja.

Berikut game yang harus dimainkan dengan pengawasan khusus.

1. Bully
Bagi pemain game di konsol sudah pernah mendengar game Bully, bahkan pernah memainkannya. Game Bully dianggap kontroversial sesuai nama game-nya, melakukan pembullyan atau perundungan. Secara umum, game ini melakukan kekerasan di sekolah.

Tentu saja, game ini terdapat aksi intimidasi kepada karakter lain di game ini. Sehingga secara tidak langsung, bagi pengguna game ini yang masih di bawah umur sangat berbahaya karena dapat terpengaruh.

Terdapat juga perilaku anti sosial seperti melecehkan teman sebaya hingga merusak fasilitas sekolah. Sehingga melihat apa yang terjadi di game ini, kontroversi moral terjadi karena dianggap tidak pantas.

Terutama rata-rata pengguna game ini masih remaja yang ditakutkan dapat melakukan apa yang dilihatnya di game.

2. Call of Duty: Modern Warfare 2
Game ini juga cukup kontroversial dan dinilai ekstrem karena misi utamanya ialah No Russian. Pemain game berperan sebagai agen yang menyusup ke kelompok teroris dan melakukan aksi penembakan di sebuah bandara di Rusia.

Siapa saja bisa ditembak, termasuk warga biasa yang tidak bersenjata. Sehingga game ini menggambarkan kekerasan ekstrem dan sangat sensitif karena adanya aksi militer yang tidak dilakukan orang militer.

Sehingga sudah jelas bahwa game ini tentang terorisme dan perang seolah-olah terjadi secara nyata. Game ini juga melibatkan negara-negara besar yang saling berseberangan seperti Rusia dan Amerika. Maka game ini harus dihindari, terutama bagi di bawah umur.

3.Grand Theft Auto (GTA)
Game yang biasa disebut GTA ini juga perlu diperhatikan bagi pemainnya. Sebab terdapat adegan penembakan, pemukulan, dan tindakan kekerasan lainnya. Tidak hanya itu, terdapat juga konten dewasa yang ada di game ini, seperti penggunaan obat-obatan terlarang, prostitusi, dan kriminalitas lainnya.

Secara sosial, beberapa edisi GTA juga memperlihatkan sikap seksis atau pelecehan terhadap wanita. Tindakan kriminal lainnya juga ditampilkan seperti pencurian mobil atau alat transportasi lainnya, perampokan, hingga penghilangan nyawa.

Artinya, GTA tidak dapat dimainkan di sembarangan tempat yang memungkinkan dapat mempengaruhi remaja, bahkan juga orang dewasa dapat terobsesi.

Editor : Fauzan Ridhani
#bocil #moral #gamers #Grand Theft Auto #game