TANAH BUMBU - SMK Negeri 1 Satui terus berupaya meningkatkan kualitas lulusannya dengan menggandeng berbagai pelaku usaha, salah satunya adalah PT BUMA (Bukit Makmur Mandiri Utama), sebuah perusahaan kontraktor pertambangan nasional dengan sekitar 15.000 karyawan di seluruh Indonesia.
Dalam upaya mendukung pendidikan, PT BUMA melalui program BUMA School menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) atau Memorandum of Understanding (MoU) bertempat di Aula SMK Negeri 1 Satui, Rabu (14/8)
Mewakili direksi Head Office PT BUMA, People Service & Relation General Manager Kusumo Wicaksono menegaskan komitmen perusahaan untuk berkontribusi pada kemajuan pendidikan, khususnya di daerah-daerah tempat BUMA beroperasi.
"Kami ingin berkontribusi pada kemajuan pendidikan di Indonesia, terutama di daerah di mana BUMA beroperasi. Melalui program BUMA School, kami bertujuan menyiapkan siswa yang kompeten dan siap kerja di bidang pertambangan, terutama sebagai mekanik alat berat," ujarnya.
Program BUMA School Kelas Industri bertujuan untuk mendukung SMK Negeri 1 Satui dengan pengayaan pembelajaran mekanik alat berat yang disesuaikan dengan standar industri.
Specialist Plant Development PT BUMA, Justus Fedyan Mewo menjelaskan bahwa program ini tidak hanya fokus pada keterampilan teknis (hard skill) tetapi juga pada pengembangan soft skill yang penting di dunia kerja.
"Kami mengajarkan kompetensi yang dibutuhkan oleh seorang mekanik alat berat, baik hard skill maupun soft skill. Soft skill meliputi leadership, wawasan kebangsaan, dan pengenalan budaya kerja BUMA, sementara hard skill mencakup keterampilan teknis, on job training, serta sertifikasi keahlian dari LSP P-1 PT BUMA," ucapnya.
Justus juga menambahkan bahwa sebelum memulai pelatihan, siswa harus melalui beberapa tahapan seleksi yang mencakup seleksi fisik, psikotes, dan wawancara. Dari seleksi ini, 23 siswa SMK Negeri 1 Satui dinyatakan lulus dan siap mengikuti proses pendidikan lebih lanjut di bawah program BUMA School.
Kepala SMK Negeri 1 Satui, Agus Purnomo, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas kepercayaan yang diberikan oleh PT BUMA kepada sekolahnya.
"Kerjasama ini diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan, karena dukungan dari dunia industri sangat penting bagi kemajuan SMK. Saya juga berpesan kepada siswa yang terpilih untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya demi masa depan mereka dan nama baik sekolah," ungkapnya.
Senada dengan itu, Pengawas Pembina SMK Disdik Kalsel, Agus Haris Purwito menyoroti bahwa Kabupaten Tanah Bumbu saat ini merupakan penyumbang jumlah pengangguran terbesar kedua di Kalimantan Selatan, meskipun banyak perusahaan besar beroperasi di wilayah tersebut.
"Dengan program BUMA School, kami berharap kualitas lulusan meningkat sehingga mampu bersaing di pasar kerja dan menurunkan tingkat pengangguran di Tanah Bumbu," tutupnya.(*/dyt)
Editor : Muhammad Helmi