Tak hanya di kalangan masyarakat lokal, namun juga menarik minat wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.
Uniknya, soto ini semakin diminati ketika disajikan di atas kelotok, yang dikenal dengan sebutan soto apung.
Fenomena soto banjar apung ini telah menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
Sensasi menikmati semangkuk soto hangat di atas sungai sambil menikmati pemandangan kota Banjarmasin yang khas, memberikan pengalaman kuliner yang tak terlupakan.
Menurut Fahrul, yang merupakan seorang anak dari pemilik warung Terapung Biru “Mama Amel” di Kampung Biru, Kampung Melayu, Banjarmasin mengungkapkan, minat pengunjung terhadap Soto Banjar apung semakin meningkat dari waktu ke waktu.
"Dulu, yang datang kebanyakan warga sekitar. Sekarang, banyak wisatawan yang sengaja datang ke sini untuk mencoba Soto Banjar apung ini," ujarnya.
Selain keunikan penyajiannya, rasa Soto Banjar yang kaya akan rempah-rempah juga menjadi daya tarik tersendiri.
Perpaduan antara kuah kaldu yang gurih, potongan ayam kampung yang lembut, serta berbagai macam isian seperti telur rebus, bihun, membuat Soto Banjar menjadi hidangan yang sangat menggugah selera.
"Saya suka banget sama Soto Banjar ini. Selain rasanya yang enak, suasananya juga unik. Rasanya seperti lagi piknik di sungai," ungkap salah satu pengunjung, Rahman.
Popularitas soto apung tidak hanya memberikan dampak positif bagi para penjual, namun juga berpotensi besar bagi pengembangan pariwisata di Kota Banjarmasin.
Soto apung dapat menjadi salah satu ikon wisata kuliner yang dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke Banjarmasin.
Pemerintah Kota Banjarmasin pun melihat potensi besar dari soto apung ini. Berbagai upaya dilakukan untuk mempromosikannya sebagai salah satu destinasi wisata kuliner yang wajib dikunjungi.
Dengan semakin populernya soto apung, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, khususnya para pelaku usaha kuliner.
Selain itu, soto apung juga dapat menjadi wadah untuk melestarikan budaya kuliner Banjarmasin. (Muhamad Reza Ramdani/yn/ris)
Editor : Sutrisno