Rumah panggung ini berjenis palimasan. Salah satu varian rumah tradisional khas suku Banjar. Identik dengan atapnya yang berbentuk limas atau piramida.
Sesuai dengan namanya, Rumah Anno berdiri sejak 1925. Beberapa informasi mengatakan bahwa rumah ini dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk tempat beribadat.
Pengelola Rumah Anno 1925, Ramlah mengatakan, ciri khas arsitektur pada Rumah Anno ini kombinasi dari dua jenis rumah adat Banjar. Yakni, Rumah Adat Palimbangan dan Manyusu.
"Tetapi ada juga yang berpendapat Rumah Anno 1925 ini berarsitektur Gajah Manyusu Dampet 2 Babalung Ayam (Tumpang Talu)," katanya.
Rumah adat jenis Gajah Manyusu sendiri memiliki arti yaitu rumah tradisional yang pada masa itu diperuntukkan untuk kaum bangsawan. Sedangkan Rumah Adat Palimbangan adalah rumah tradisional untuk para saudagar/pedagang.
Bisa dikatakan bahwa Rumah Anno ini dulunya sebagai rumah saudagar kaya berketurunan kaum bangsawan.
Dari informasi yang diperoleh, Rumah Anno dulu milik keluarga Kusdiono Kusumadjaja.
Kemudian diambilalih oleh Pemerintah Kota Banjarmasin untuk direnovasi ulang tanpa mengubah bentuk aslinya pada tahun 2015.
Bangunan Rumah Anno 1925 yang berdiri gagah ini hampir 90 persen terbuat dari Kayu Ulin, dapat dilihat pada dinding depan teras bangunan rumah tersebut yang berjumlah 28 potong.
Pada pemerintahan Wali Kota Ibnu Sina, selain diperuntukkan sebagai tempat wisata Rumah Anno 1925 juga dijadikan sebagai mini gallery yang terletak di lantai satu bangunan tersebut.
Isi dari mini gallery ini menampilkan potret Banjarmasin Tempoe Doeloe dan budaya tradisional Banjarmasin. Sedangkan pada lantai dua bangunan ini dijadikan sebagai ruang pameran hasil dari kerajinan para perajin dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banjarmasin.
Rumah Anno 1925 ini juga terkadang dapat digunakan sebagai tempat workshop. (Rizky Martha Cahya Puspita/yn/ris)
Editor : Sutrisno