BANJARMASIN - Sebuah kampung di bantaran sungai Martapura di Banjarmasin yang pada mulanya kumuh telah disulap menjadi kampung objek wisata.
Kampung itu bernama Kampung Biru dan diresmikan oleh Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina pada 2018.
Masyarakat Banjar sudah tidak asing lagi dengan Kampung Biru, tempat ini punya ciri khas dengan semua rumah warga dicat biru.
Saat susur sungai pasti pengunjung melihat kampung yang bewarna biru di pinggir sungai tersebut.
Pada 2018 Wali Kota Banjarmasin menata ulang untuk program pembenahan dan penataan kawasan pemukiman penduduk di pinggir sungai Martapura di kawasan Kampung Biru.
Ada sebanyak 100 rumah di sana, ditata dengan baik, warga di sana sepakat warna cat rumah mereka semuanya biru, langkah ini dilakukan untuk menghilangkan kesan kumuh dan penataan kawasan pemukiman pinggiran sungai agar terlihat rapi, bersih dan layak.
Banjarmasin memiliki pariwisata susur sungai, kawasan pemukiman pinggiran Sungai Martapura jadi objek pemandangan unik yang ditawarkan wisata itu, Kampung Biru sudah banyak dikenal orang.
Tidak hanya masyarakat lokal tapi sudah internasional, dan dipamerkan di media sosial tentang keunikan Kampung Biru.
Tidak hanya keunikan kampung yang bewarna biru, tetapi ada wisata edukasi yang ditawarkan seperti batik lilin dingin,pemanfaatan ekobrik, sabun dari minya jelantah, dan kegiatan lainnya.
Wisata edukasi ini sangat membantu masyarakat dalam memanfaatkan lingkungan sekitar.
Sekretaris Pokdarwis, Muhammad Ridho mengatakan, Kampung Biru menjadi contoh dalam pemanfaatan sumber daya alam sekitar. "Pengunjung yang datang ke sini bahkan ada dari Italia. Puteri Indonesia dan mahasiwa UGM juga ke sini," katanya.
Destinasi wisata Kampung Biru banyak memberikan hal positif bagi Banjarmasin, selain meningkatkan ekonomi masyarakat juga membuat kota seribu sungai ini menjadi kota yang sangat dikenal sebagai kota wisata berkat penataan kampung yang kreatif dan inofatif. (Hairunisa/az/ris)
Editor : Sutrisno