Di jantung Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, berdiri kokoh Tugu 9 November 1945, sebuah monumen bersejarah yang menandai perlawanan rakyat terhadap pasukan NICA Belanda.
_________________________
Tugu 9 November 1945 menjadi simbol semangat pantang menyerah dan rasa cinta tanah air yang patut dikenang oleh generasi penerus.
Di balik kisah heroik tersebut, terdapat cerita menarik dari Datu Bulat, salah satu pahlawan pada peristiwa 9 November 1945 yang namanya tidak terukir di monumen tersebut.
Sosoknya diceritakan oleh Acil Irus, buyut Datu Bulat, yang masih menyimpan erat kenangan tentang perjuangan sang datu.
Datu Bulat adalah seorang pejuang pemberani yang berani memberontak dan melawan NICA. Semangatnya yang membara dan tekadnya yang kuat untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia menjadikannya panutan bagi para pejuang lainnya.
Meskipun namanya tidak terukir di monumen, Datu Bulat tetap dikenang dan dihormati oleh keluarga dan masyarakat Benua Anyar.
“Datu Bulat adalah pahlawan yang berjuang bersama 11 orang lain, namanya tidak terukir di Tugu 9 November karena tidak meninggal dibunuh Belanda," ujar Acil Irus.
Ada suatu yang menarik dari cerita Acil Irus. Dimana Datu Bulat memiliki sebuah ilmu yang membuat dirinya tidak terlihat ketika dicari oleh pasukan belanda. "Ini lah yang membuat Datu Bulat tidak dibunuh oleh pasukan Belanda," kata Acil Irus.
Menurutnya, setiap tanggal 10 November, perwakilan atau keturunan dari pahlawan 9 November, termasuk keluarga Datu Bulat, melaksanakan acara untuk peringatan hari perlawanan peristiwa di Tugu 9 November.
“Setiap tahun wali kota akan berkunjung untuk ikut serta dalam acara tahunan yang bertempat di Tuu 9 November, wali kota juga akan memberikan bingkisan dan uang untuk keturunan dari 12 pahlawan," ujarnya.
Acil Irus juga memaparkan, setelah acara 9 November akan diadakan tradisi aruh jamak, sebuah ritual untuk mendoakan arwah para pahlawan dan mengenang jasa-jasa mereka.
“Setelah acara dengan wali kota selesai, seluruh anak cucu dari 12 pahlawan akan patungan untuk mengadakan aruh jamak untuk mendoakan seluruh pahlawan yang telah berjasa," paparnya.
Semangat para pahlawan Tugu 9 November harus terus dilestarikan dan ditanamkan kepada generasi muda agar mereka terinspirasi untuk menjadi penerus bangsa yang tangguh dan berkarakter.
Menjaga memori dan melestarikan semangat juang Tugu 9 November 1945 bukan hanya sebuah monumen, tetapi juga simbol semangat juang dan pengorbanan para pahlawan. Melestarikan situs bersejarah ini dan mengenang kisah-kisah heroik para pahlawan menjadi tanggung jawab kita bersama.
Tradisi aruh jamak yang dilakukan oleh keluarga pahlawan 9 November merupakan bagian dari kearifan lokal yang patut dilestarikan. Tradisi ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan, tetapi juga sarana untuk memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan di antara masyarakat. (yn/ris)
Editor : Sutrisno