Achmad Reza Faisal, Banjarmasin
Ananda Firda Afifah, mahasiswa program studi IPS FKIP ULM yang sering membawakan tari Radap Rahayu mengungkapkan bahwa pernak-pernik pada tarian Radap Rahayu tak hanya sebagai hiasan semata.
Aksesoris yang digunakan adalah cerminan dari keindahan dan keberagaman budaya di Kalimantan Selatan.
Dari bokor, kalung, gelang, kembang, mahkota, bunga, mencerminkan kebudayaan masyarakat Banjar yang khas.
Sehingga menciptakan keanggunan dan keindahan pada tarian Radap Rahayu. “Pernak pernik yang digunakan menambah keindahan dan membuat tarian terlihat semakin menarik bagi penonton,” ucap Ananda.
Ananda menambahkan bahwa pernak-pernik yang digunakan masih berbahan alami.
Sehingga menciptakan nuansa budaya yang kuat pada tarian ini. Mulai dari manik-manik hingga bulu burung yang menghiasi kepala. Kesan auntentik dan elegan pun dapat dinikmati oleh penonton.
Selain menambah pesona tarian Radap Rahayu, pernak-pernik menjadi simbol warisan budaya Kalimantan Selatan.
Setiap pernak-pernik memiliki makna tersendiri. Sehingga setiap tarian Radap Rahayu yang ditampilkan menjadi salah satu media untuk memperkenalkan budaya Kalimantan Selatan. (yn/tof)
Editor : Sutrisno