Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Asal Usul Tari Radap Rahayu, Tarian Asli Budaya Banjar: Ada karena Peristiwa Ini..

Sutrisno • Rabu, 20 Maret 2024 | 00:57 WIB
KLASIK: Tari Radap Rahayu merupakan tari klasik yang berakar dari budaya kerajaan Banjar. (SITI AMINAH)
KLASIK: Tari Radap Rahayu merupakan tari klasik yang berakar dari budaya kerajaan Banjar. (SITI AMINAH)

BANJARMASIN - Dari sekian banyak jenis tarian asli budaya Banjar, Radap Rahayu adalah tari yang paling populer dan dikenal cukup luas.

Meski cukup familiar dan sering menjadi tarian penyambutan atau pembukaan sebuah acara, tapi tak semua orang mengetahui asal usul tarian ini.

Radap Rahayu adalah tari keselamatan Urang Banjar, merupakan tarian yang ditampilkan untuk acara ritual sakral pada masa zaman dulu.

Peneliti Tari Radap Rahayu yang juga mantan Kepala Prodi Seni, Drama, Tari dan Musik FKIP ULM, Dr Edlin Yanuar Nughraheni, M.Sn mengungkapkan, saat ini Tari Radap Rahayu bertransformasi menjadi tarian hiburan untuk masyarakat Kalimantan Selatan.

Mengikuti perkembangan zaman, tarian ini banyak ditampilkan dalam acara-acara besar seperti seminar, workshop, pengantin, dan bahkan ritual bemandi –mandi.

"Tarian Radap Rahayu menggambarkan beberapa kebudayaan orang Banjar, seperti agama, kepercayaan masyarakat Banjar dengan angka ganjil, atau kepercayaan masyarakat dengan sebuah kekhidmatan,” jelas alumni Doktor Ilmu Sosial Unair Surabaya ini.

Diceritakannya, tokoh bernama Kyai Amir Hasan Bondan memiliki peran penting dalam penciptaan tarian asal Kalimantan Selatan ini.

Kyai Amir Hasan Bondan sendiri merupakan seorang tokoh bangsawan dan budayawan asal Kalimantan Selatan yang pertama kali menciptakan tarian Radap Rahayu dan melakukan pengubahan pada tahun 1928.

“Menariknya, pada zaman dahulu sebelum adanya pengubahan, tarian ini tidak dikenal sebagai sebuah tarian."

"Tapi ditemukan sebuah tulisan dalam buku sejarah Kalimantan Selatan terdapat kalimat di depan raja disajikan beberapa wanita berparas cantik yang bergerak bersama,” katanya.

Dijelaskan Edlin, pengubahan yang dilakukan oleh Kyai Amir Hasan Bondan di tahun 1928 adalah pemangkasan perhitungan gerakan yang awalnya 30 menit menjadi 5-6 menit.

Jadi, pengubahan bukan penghilangan gerakannya, tetapi mengubah dengan memangkas waktu gerakannya.

Pada tahun 1928 tarian ini tidak disebutkan jenis tarian apa. Melainkan sebuah kalimat yang menyatakan kalau itu adalah sebuah tarian. Saat itu, awalnya masyarakat masih mengetahui tarian ini dengan nama “Beksan”.

Baru setelah tahun 2005 tarian ini diperkenalkan sebagai Tarian Radap Rahayu. Merujuk pada sejarah, tarian Radap Rahayu ada karena peristiwa kapal Prabu Adhyaksa yang kandas di Pelabuhan Barito Kuala. Padahal tidak ada masalah apapun yang terjadi pada kapalnya.

Setelah 3 hari 3 malam masalah tersebut belum terselesaikan, Prabu Adhyaksa menginginkan adanya sebuah ritual ruwatan dengan sebuah tarian.

Karena hal tersebut, Kyai Amir Hasan Bondan menciptakan tarian tersebut dan mementaskan pertama kali tarian Radap Rahyu di atas kapal dengan menaburi bunga–bunga di setiap sudut kapal.

Lalu kenapa tarian Radap Rahayu masih tetap eksis sampai hari ini? Hal tersebut dikarenakan peran masyarakat, instansi, pemerintah, sanggar yang masih menampilkan tarian ini dalam setiap acara.

Selain itu, tarian Radap Rahayu memiliki daya tarik tersendiri, sehingga orang yang mempelajari tarian ini tidak pernah bosan untuk terus belajar.

Daya tarik dari tarian Radap Rahayu ini juga berasal dari pembawaan tarian dengan khidmat sehingga masyarakat bisa lebih meresapi “rasa” dalam tarian ini.

Dalam tarian Radap Rahayu sendiri terdapat beberapa gerakan yang memiliki makna tersendiri pada setiap gerakannya. Terdapat 6 gerakan tarian dalam tarian tersebut. (rizky martha/yn/tof)

Editor : Sutrisno
#Budaya #Banjar #tarian