BANJARBARU - Puluhan pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan ziarah ke sejumlah makam veteran pejuang kemerdekaan Republik Indonesia di Banjarbaru, Sabtu (11/11) pagi. Para pengurus PSMTI Kalsel mengenakan pakaian batik berwarna merah yang seragam. Turut berhadir Ketua Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) Kalsel, Ali Musa Siregar. Serta, perwakilan dari Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel dan Korem 101/Antasari.
Agenda ziarah bermula dengan upacara penghormatan yang digelar dengan khidmat di Halaman Taman Makam Pahlawan (TMP) Bumi Kencana, Banjarbaru. Dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga dan penaburan bunga pada setiap makam pejuang.
Ketua Harian PSMTI Kalsel, Arifin Suritiono menjelaskan ziarah tersebut ialah agenda rutin yang dilakukan pihaknya setiap tahun. Kali ini, untuk memperingati Hari Pahlawan Nasional ke -78 yang jatuh pada 10 November. "Selain itu, supaya bisa mengenang jasa-jasa para pahlawan kita," terangnya.
Ia menuturkan, ada empat titik tujuan ziarah. Yakni, TMP Bumi Kencana Banjarbaru, Makam Brigjend TNI (Purn) H Hassan Basry di Liang Anggang, Taman Pemakaman Mulia Sejahtera di Km 21, dan Taman Pemakaman Bodhi Karuna Km 19. "Sebelumnya, kami melakukan penaburan bunga di Siring Tendean Banjarmasin. Ditujukan bagi pahlawan yang gugur dan tidak dimakamkan, melainkan di kremasi," ucap Arifin.
Arifin juga mengungkap sejumlah sosok kalangan Tionghoa yang tercatat berjuang dalam meraih Kemerdekaan RI, terutama sosok Lie Kie Ming. Ia tergabung bersama Brigjend TNI (Purn) H Hassan Basry yang memimpin ALRI Divisi IV Kalsel. Lie Kie Ming dikenal sebagai ahli persenjataan. Ia merupakan pimpinan bengkel senjata yang menyuplai senjata untuk keperluan ALRI Divisi IV. Makam Lie Kie Ming berlokasi di Taman Pemakaman Bodhi Karuna Jalan Ahmad Yani Km 19, Banjarbaru.
Para pejuang dari kalangan Tionghoa lainnya ada Kang Ban Yen, Yauw Sim Poe, Thio Eng Hwat, Ong Soei Ie (U), Ge Tjing Teng, Ong Tiong Sin, Lim Mu Tjing, Tjoa Tek Lok, dan Yauw (OEI) A Kauw. Selanjutnya ada Jaw Kim Hwat, Jong Thay King, Joh Gwan Lie, Thio Hin Pang, Teng Tjin Ble, Tan In Oen, dan Go Hok Tjiang. "Rata-rata dari nama itu tergabung dalam ALRI Divisi IV, mereka sudah berjuang dalam pasukan Brigjend Hassan Basry," ungkap Arifin.
Ia menerangkan kolaborasi yang dilakukan untuk memperingati Hari Pahlawan dan dapat di hadiri oleh FPK Kalsel, Polda Kalsel dan Korem 101/Antasari. "Ini adalah sebagai cerminan kedamaian di banua kita," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) Kalsel, Ali Musa Siregar mengucapkan rasa terima kasihnya karena diundang berkolaborasi pada event Nasional yakni Peringatan Hari Pahlawan oleh PSMTI Kalsel. "Ini satu kolaborasi yang menurut kami sangat baik. Dalam peringatan ini, kami turut mengapresiasi leluhur dan para pahlawan yang berjuang untuk merebut kemerdekaan. Sehingga, kita bisa berdiri tegak sekarang ialah hasil perjuangan dari para pahlawan yang terdahulu," ucapnya.
Editor : Fauzan Ridhani