Novyandi Saputra Seorang Kurator Putih Performing Arts Festival memberi apresiasi tersendiri terhadap event ini. "Jarang acara yang mengusung isu lingkungan dan art secara bersamaan, digarap instansi pemerintahan. Biasanya cenderung digarap secara independen melalui komunitas atau lembaga lingkungan lainnya," ungkapnya.
Dia berharap festival ini tidak hanya memberikan hiburan, namun memberi ruang koneksi terhadap beragam isu lingkungan, melalui ragam karya seni.
Puluhan seniman yang terlibat dalam festival ini diikat dalam satu tema besar yaitu; “Aku Ingin Menjadi Hijau”.
“Hijau bisa bermakna muda, organic, dan kehidupan yang terikat dengan lingkungan. Mulai dari karya monolog, tari, hingga music eksperimental menjadi bentuk-bentuk karya yang seniman pertunjukan. Fakta dari pertunjukan ini adalah bahwa semua hampir berbicara tentang dampak dari kerusakan lingkungan,” jelasnya.
Seniman-seniman yang lolos kurasi dalam festival ini antara lain; Adorable Performance Art Collective, Dapur Teater Kalimantan Selatan, Kelompok Studi Sanggar Budaya, Para Sekawan Murakata (PASETA), SP3 Bati-Bati, Lapak Teater Kota Baru, FAS FH ULM, Anum Banua Etnika STKIP PGRI Banjarmasin, Isur Project, Sasanggan Amas, Sanggar Bunga Tanjung Kotabaru, Chachatuk Percussion, Eksperimental Lintas Media, LEBE, Ruhui Rahayu Banjarbaru, Win The Gangsa Swara dan Uma Delis Feat Palui Banaran. Tujuh monolog, enam musik eksperimental dan lima karya tari kontemporer saling menyilang gagasan di bawah teduhnya dedaunan hutan meranti.
“Intinya, Festival Meranti Putih ini bukan sekedar perayaan euforia semata. Meranti Putih Performing Arts Fest #1 ini memiliki nilai-nilai yang menjadi pemersatu spirit penyatuan hubungan manusia dan alam sekitarnya. Sebuah festival yang mengundang banyak seniman Teater, Tari dan Musik di Kalimantan Selatan untuk hadir ke hutan meranti putih di Kabupaten Kotabaru yang berjarak lebih dari 250 KM ke arah Tenggara dari Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan,” terang Novyandi.
Sementara, Plt Kadisparpora Kabupaten Kotabaru Risa Ahyani melalui Kabid melalui Kabid Pertunjukan dan Event Disparpora, Rudi Nugraha BS bersyukur, kegiatan ini bisa selesai dan sukses dari awal sampai akhir.
“Alhamdulillah. Acara yang sesuai dengan visi misi Bupati Kotabaru H Sayed Jafar ini berhasil. Apalagi ini juga sesuai apa yang diinginkan Kemenparekraf RI. Yaitu menumbuhkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” jelasnya.
Sekali lagi lanjutnya, terimakasih banyak dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada Polres Kotabaru, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Diskominfo, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, Pengelola Wisata Hutan Meranti, Desa Sebelimbingan, Ketua Mitra Insan Prima, DPC Pappri Kotabaru dan seluruh panitia yang terlibat dalam menyukseskan Performance ARTS FEST (MP2AF) di Objek Wisata Hutan Meranti Kotabaru ini.
“Ini event yang pertama, insya Allah di tahun depan kita akan buat yang lebih besar lagi. Kita menargetkan ke depan event ini bisa Internasional,” tutupnya. (jum/ij/ran)
Editor : Muhammad Helmi