Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Unik Nih, Trik Warga Gang Darul Musholla Atasi Kotoran Kucing Liar

Muhammad Helmi • Rabu, 19 Oktober 2022 | 15:19 WIB
BELUM TENTU AMPUH: Botol berisi air berkelir merah dipajang untuk mencegah kucing liar kencing hingga BAB sembarangan. Foto diambil di ruas jalan Gang Darul Mushalla, kemarin (18/10).
BELUM TENTU AMPUH: Botol berisi air berkelir merah dipajang untuk mencegah kucing liar kencing hingga BAB sembarangan. Foto diambil di ruas jalan Gang Darul Mushalla, kemarin (18/10).
Botol berisi air berkelir merah itu bukan untuk mengusir setan. Tapi, untuk mencegah kucing liar buang air besar (BAB) sembarangan. Ampuh kah?

Penulis, WAHYU RAMADHAN

Sejumlah botol berisi air berkelir merah berjejer di ruas jalan Gang Darul Musholla. Bila dihitung dengan yang ada di depan rumah warga, jumlahnya mencapai puluhan. Sudah hampir sebulan terakhir, botol-botol tadi dipajang di gang yang berada di kawasan Jalan Belitung Darat, Kecamatan Banjarmasin Barat itu.

Bukan tanpa alasan. Itu sebagai upaya mencegah kucing-kucing liar yang berseliweran di gang itu agar tidak BAB sembarangan. "Kucing-kucing yang keluyuran di sini biasa BAB sembarangan. Pusing melihatnya," ujar Ruslan warga sekitar, kemudian tergelak.

Hal senada juga diungkapkan Abit. Ia bilang semenjak botol-botol berisi air berkelir merah itu diletakkan, kucing liar yang BAB sembarangan sudah berkurang. "Seperti menjauh, mencari tempat yang tak ada botolnya," ucapnya, ketika dibincangi Radar Banjarmasin kemarin (18/10).

Siapa yang pertama kali punya ide meletakkan botol-botol itu? Abit bilang warga yang rumahnya berada tak jauh dari depan gang. Namanya Ipul.

Ditemui penulis, Ipul tampak memanaskan mesin kendaraan roda dua di depan kediamannya. Ia terkekeh ketika penulis menanyakan hal ini. Ipul tidak menampik untuk mencegah kucing liar BAB sembarangan.

Lantas, di mana ia mendapatkan ide tersebut? Ipul melihat video di laman YouTube. "Saya coba, ternyata lumayan ampuh. Katanya, kucing itu takut melihat air dalam botol berwarna merah," ungkapnya. "Seperti merasakan silau," tambahnya.

Ipul lantas menjelaskan cara pembuatannya. Ternyata begitu sederhana. Cukup sediakan botol plastic. Masukkan air bening. "Lalu, tetesi pewarna. Letakkan saja di tempat yang kita inginkan. Di tempat yang rawan didatangi kucing liar untuk BAB," jelasnya.

Kendati ampuh, bukan berarti tak ada kucing yang bebal. Ada saja kucing liar yang nekat buang kotoran persis di samping botol berisi air berkelir merah itu. Itu bisa dilihat dari kotoran yang sudah tampak mengering dan lepek.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, di Gang Darul Mushalla memang tampak banyak kucing yang berseliweran. Ukurannya beragam. Dari yang kecil alias anakan, hingga kucing dewasa. Ipul menuturkan kucing-kucing itu rata-rata liar.

Entah kenapa gang ini kerap menjadi sasaran orang-orang membuang anak-anak kucing. Bahkan, ada pula yang membuang kucing liar dewasa.
Warga yang iba lantas memberikan makanan ke kucing-kucing liar itu. Namun, berimbas pada banyaknya kucing liar yang justru malah BAB sembarangan.

Kesaksian itu dibenarkan Marjuni. Lelaki 52 tahun itu kerap membersihkan kotoran kucing liar di jalan gang. "Dulu di sini banyak sekali kotoran kucing liar berserakan. Sampai saya bosan melihat dan membersihkannya," keluhnya. "Mengganggu warga yang melintas di gang sini," tekannya.

"Syukurlah, setelah adanya botol-botol ini sekarang sudah mulai berkurang," bandingnya.

Radar Banjarmasin mengonfirmasi Medik Veteriner di Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin, drh Annang Dwijatmiko terkait keampuhan 'penangkal' kucing liar itu. Ia tak menampik makin sering masyarakat menanyakan hal yang sama padanya. Tentang metode botol diisi air yang diberikan pewarna itu. "Seingat saya dulu metode itu memang pernah ada dan viral. Kemungkinan besar sejarahnya dari Jepang," sebutnya.

Disinggung keampuhan, Annang menilai untuk satu atau dua kali bolehlah dikatakan berhasil. Namun, bukan pada warna merah air di dalam botol sebagai alasannya. Melainkan, dari bunyi gemercik air dalam botol yang tak sengaja disentuh si kucing. "Itu yang biasa memengaruhi pikiran kucing. Kucing tak suka dengan bunyi-bunyian seperti itu. Kucing kerap merasa terganggu, kemudian pindah," ungkapnya.

Menurutnya, pertama kali menyentuh atau tersentuh botol maka kucing akan takut. Tapi kali kedua dan seterusnya, si kucing sudah tahu tak berbahaya. “Jadi ya biasa saja," tekannya. "Mitos dan kebenarannya memakai metode botol berisi air berwarna itu masih perlu dipertanyakan," tegasnya.

Annang menjelaskan bahwa kucing hanya mampu melihat dua warna. Hitam dan putih. Jadi sebenarnya kucing tak bisa membedakan warna lainnya. "Kucing juga hewan teritori alias hewan yang kerap menandai wilayahnya. Ketika merasa ada gangguan, kucing akan berpindah ke tempat lain," pungkasnya.(az/dye)
Editor : Muhammad Helmi
#ragam info #banjarmasin