Program Kelas Inspirasi berlanjut. Hajatan tahunan GMC+ dengan Dinas Pendidikan Pemko Banjarbaru kemarin tiba di SMPN 14 Banjarbaru & SMPN 4 Banjarbaru.
-- Oleh: MUHAMMAD RIFANI, Banjarbaru --
Ratusan siswa SMPN 14 Banjarbaru kedatangan tamu spesial. Mereka dari jajaran Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru. Dalam lanjutan lawatan Kelas Inspirasi.
General Manager (GM) Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru, Roy Amazon bercerita banyak hal. Selain soal dunia kerja, Roy juga berbagi inspirasi tentang perjalanan karirnya.
Roy didampingi FNB Manager Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru, Bebep Hikwaman serta Public Relation Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru, Dita Pramistika.
Dengan gaya kocaknya, Roy mengajarkan tiga hal penting dalam meraih kesuksesan kepada siswa siswi yang asyik menyimak.
Pertama menurut Roy adalah bagaimana melawan rasa malas di diri. Sebab katanya, di usia anak-anak termasuk jenjang SMP, rasa malas akan kerap mudah menghinggapi. "Harus dilawan, jangan dibiarkan," bukanya.
Kedua, melawan apa yang tidak disukai. Ini kata Roy juga penting sebagai mengukur diri sendiri dalam menghadapi sesuatu. "Kita cari dulu apa yang tidak kita suka ini apa mengarah ke hal positif atau tidak. Jika positif, maka lawan atau biasakan, karena jika itu mengarah ke kesuksesan, maka secara tidak langsung kita bisa saja menyukai yang sebelumnya kita tidak suka," bebernya.
Yang ketiga, Roy berpesan agar siswa-siswi terus menjaga rasa penasaran. "Ini yang paling berpengaruh, karena rasa penasaran dapat memupuk semangat serta motivasi kita meraih cira-cita. Belajar secara giat dengan hal-hal baru, lalu cari lingkungan yang bisa mendukung dan jadi referensi kita. Jadi jangan pernah berhenti untuk penasaran dengan sesuatu hal, asal yg terpenting positif," tegasnya.
Sementara itu, di SMPN 4 Banjarbaru. jajaran Wira Toyota Banjarbaru hadir sebagai relawan pengajar. Di hadapan siswa-siswi, mereka berbagi ilmu, inspirasi dan kisahnya.
Branch Head Wira Toyota Banjarbaru, Hansye Eduard Pantow berbagi kisah inspiratif.
“Jangan pernah memandang sebelah mata sebuah pekerjaan. Karena yang terpenting ujarnya adalah bagaimana seseorang mampu mendalami bahkan jadi ahli di profesi tersebut,” ungkapnya.
Seperti sales ujarnya, walaupun kadang dipandang sebelah mata. Sebenarnya banyak sekali skill dan pengetahuan ini yang bisa dipakai profesional pada profesi lain, baik itu karyawan atau pengusaha.
Hansye pun mengajak siswa melek terhadap perubahan zaman yang begitu cepat. Karena dengan berhasil beradaptasi, ia menyebut ada banyak peluang terbuka lebar di era milenial.
"Kalian punya peluang yang besar di masa depan, bahkan bisa melampaui pencapaian kami sekarang. Yang terpenting segala bentuk kemajuan harus digunakan ke jalur yang benar, jangan sampai malah menjerumuskan," tegasnya.
Ia memberi contoh tentang kasus media sosial. Meski sangat digandrungi, medsos ucapnya punya dampak berbeda-beda. Yang berbahaya terangnya apabila medsos disalahfungsikan
"Kalau digunakan dengan bijak dan efektif maka akan menghasilkan suatu hal yang memiliki nilai guna, bahkan tidak menutup kemungkinan juga nilai finansial. Karena suskes di era digital ini tak memandang usia dan golongan," pesannya.
Sebelum menutup, Hans berpesan agar siswa juga tak melupakan unsur penting di balik kemajuan teknologi. "Mau seberapa maju teknologi, tetap ada yang namanya unsur manusia di dalamnya. Artinya, jika kita ingin sukses, maka teknologi dan skill yang dimiliki harus diimbangi dengan unsur humanis dari diri pelakunya," tandasnya. (rvn/ema)
Editor : Muhammad Helmi