MARABAHAN - Direktur Jenderal KSDAE ( Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem), Wiratno mengunjungi Kawasan Wisata Alam (KAWA) Pulau Bakut yang persis berada di bawah Jembatan Barito, Rabu (26/9).
Wiratno didampingi Kepala BKSDA (Balai Konservasi Sumberdaya Alam), Mahrus Aryadi serta pihak terkait, melakukan pengecekan pembangunan, serta melakukan penanaman pohon.
Menurut Wiratno, kondisi alam Pulau Bakut masih bagus. Bahkan, bisa dijadikan tempat yang bagus untuk menikmati alam. "Di pulau yang sangat dekat dengan kota kita bisa berwisata alam dengan biaya yang murah. Dan juga bermanfaat untuk belajar kondisi alam," ujarnya.
Walaupun pulau ini kecil, tetapi bisa bermanfaat untuk wisata alam dan pengenalan berbagai jenis pohon. Ia berharap, setelah diresmikan dan dibuka untuk umum akan disukai dan bermanfaat bagi masyarakat.
"Yang perlu dikembangkan di Pulau Bakut ini, selain melestarikan Bekantan, juga harus mengenalkan berbagai jenis pohon kepada anak-anak," ujarnya.
Pariwisata Pulau Bakut akan dikembangkan untuk pendidikan lingkungan. Dimana anak muda akan mencintai alam. Dengan berwisata ke pulau bakut mereka akan melihat hewan di kawasan sungai, terutama bekantan dan binatang lainnya serta jenis-jenis pohon.
“Kita selamatkan bekantan untuk Indonesia. Kami akan memberikan suntikan dana Rp 4 miliar untuk membangun Pulau Bakut,” tegasnya.
Sementara itu, Seksi Konservasi wilayah II Banjarbaru BKSDA Kalsel, Mokhamad Ridwan mengungkapkan, Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Bakut merupakan lokasi mode pengembangan dan santuary berbasis masyarakat yang ditentukan BKSDA Kalimantan. Dan akan dibuka untuk umum pada tanggal 26 Oktober mendatang.
Tempat ini akan diresmikan bersamaan dengan peringatan HPS (Hari Pangan Sedunia) di Jejangkit, Batola.
Berkaitan dengan penambahan Rp 4 miliar yang disampaikan dirjen, menurutnya dana tersebut akan dibuat sarana tambahan lagi. Seperti gazebo, perahu wisata, jembatan kanopi untuk melihat bekantan, dan sebagainya. (mr-152)
Editor : Arief