Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Menghirup Asap Kembang Api Ternyata Bahaya Bagi Kesehatan

Arief • Senin, 18 Juni 2018 | 12:52 WIB
menghirup-asap-kembang-api-ternyata-bahaya-bagi-kesehatan
menghirup-asap-kembang-api-ternyata-bahaya-bagi-kesehatan

Di beberapa kota sering merayakan perayaan malam hari raya Idulfitri dengan menyalakan kembang api. Suaranya menggelegar serta bentuknya yang warna-warni di angkasa jadi primadona.


Titik-titik keramaian kota akan dipenuhi oleh letusan kembang api disertai asap yang pekat dengan bau khasnya. Namun, jangan anggap asap dari kembang api ini biasa-biasa saja. Asap yang dihasilkan dari kembang api berbahaya bagi kesehatan tubuh, khususnya bagian paru-paru.


Dokter Febi Rahmawati menjelaskan kalau asap kembang api mengandung partikel halus yang bisa memengaruhi kesehatan paru-paru seseorang. "Asap yang dikeluarkan dari kembang api akan membahayakan paru-paru bila menghirupnya terlalu banyak. Biasanya akan menyebabkan peradangan dan gangguan fungsi," ujar dokter yang bekerja di klinik Sejahtera Mulia di kawasan Trikora Banjarbaru ini.


Radang paru-paru serta gangguan fungsi ini bisa berakibat parah apabila tidak ditanggulangi dengan serius. "Gejala awalnya akan merasa nyeri di bagian dada, lalu sesak napas ringan," ucapnya.


Radang paru-paru tidak hanya menyerang orang dengan kondisi kesehatan normal. Bagi penderita penyakit asma, asap dari kembang api sangat berbahaya dan harus dihindari. Minimal dengan masker untuk pelindung. "Jika itu (asap, Red) terhirup penderita asma dan masuk ke paru-paru maka akan menyebabkan serangan asma berat. Soalnya partikel halus yang ada di asap seperti debu, logam, bahkan mesiu adalah hal yang berbahaya untuk paru-paru penderita asma," tegasnya.


Jantung juga organ tubuh yang jadi efek dari asap kembang api ini. Selain memberikan efek kejut karena ledakannya, asap dari kembang api juga berhubungan dengan sirkulasi darah di tubuh dan jantung. "Serangan jantung juga kemungkinan muncul akibat asap kembang api. Ini terjadi ketika asap yang dihirup masuk ke dalam tubuh dan masuk sirkulasi darah. Ini akan menyebabkan darah yang mengalir ke otak menjadi sangat berkurang. Kondisi ini membuat serangan jantung mungkin terjadi," ingatnya.


Dokter Febi mengimbau agar masyarakat ketika menikmati perayaan Lebaran dengan kembang api untuk memperhatikan asap yang dihirupnya. "Apalagi jika berada di kerumunan yang banyak asap kembang apinya. Segera tutup hidung dan mulut atau gunakan masker atau kain jika kondisi udara sekitar sedang berasap," pesannya.(rvn/ma/dye)

Editor : Arief