BANJARMASIN - Secara normal, telinga akan memproduksi kotoran telinga. Kotoran telinga, mengandung minyak yang berfungsi untuk membungkus debu, bakteri, atau benda-benda asing lain agar tidak masuk lebih jauh ke telinga.
Namun, pada beberapa kondisi tertentu seperti infeksi telinga atau gendang telinga pecah, telinga akan mengeluarkan cairan yang berisi darah atau mungkin juga nanah. Adanya cairan yang keluar dari telinga dikenal dengan sebutan otorrhea. Dokter umum di Banjarmasin, Ferda Anggara, menjelaskan bahwa penyebab keluarnya cairan di dalam telinga umumnya dikarenakan infeksi dari bakteri atau virus yang masuk hingga ke telinga tengah yang berada di belakang gendang telinga.
"Infeksi inilah yang memicu terkumpulnya cairan di telinga tengah. Tekanan yang dihasilkan oleh kumpulan cairan ini akan mendorong dan suatu saat merobek gendang telinga sehingga cairan akan mengalir keluar dari telinga," jelasnya.
Lantas, bagaimana mengatasinya? Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menanganinya di rumah. Yang pertama, dengan cara mengompres sisi telinga yang keluar cairan dengan kompres hangat. Pastikan handuk atau kain yang digunakan tidak terlalu basah untuk menghindari masuknya air ke dalam telinga.
Kemudian, jaga tekanan dalam telinga dengan cara tidak mengembuskan napas dari hidung dengan terlalu keras. Terkadang pada saat telinga keluar cairan, akan muncul sensasi tidak nyaman seperti telinga buntu. Hindari melakukan gerakan menahan napas dengan hidung dan mulut ditutup, karena hal ini akan semakin meningkatkan tekanan dalam telinga, dan berisiko memperlambat proses penyembuhan.
Usahakan jangan gunakan obat tetes telinga apa pun selain yang diresepkan atau direkomendasikan oleh dokter. Karena kalau tak sesuai dengan yang dianjurkan berikut dengan caranya, dikhawatirkan bisa menyebabkan masalah lain yang lebih serius.
"Sementara untuk mencegah agar tak mengalami keluarnya cairan dari telinga, gunakan alat penutup telinga ketika berada di lingkungan yang memiliki tingkat kebisingan yang tinggi dan selalu keringkan telinga setelah berenang untuk mencegah telinga kemasukan air dengan cara memiringkan kepala ke sisi yang kemasukan air," pungkasnya. (war)
Editor : Arief