RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin menargetkan tidak ada lagi sampah yang tersisa di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) pada Desember 2026. Laporan tumpukan sampah liar juga ditargetkan segera ditindaklanjuti.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Banjarmasin, Yoyok Hardiyanto mengakui penumpukan sampah masih ditemukan di sejumlah titik. Namun, kondisi tersebut terus ditangani dengan mengatur ulang waktu pengangkutan.
Sampah yang tidak sempat diangkut pada pagi hari, akan dikejar pada ritase berikutnya. Armada dapat kembali bergerak pada siang, sore, hingga malam hari, menyesuaikan kondisi di lapangan. “Jadi selama ini kendalanya kalah di waktu,” ujar Yoyok, Kamis (1/10).
Menurutnya, persoalan tersebut tidak lepas dari ketergantungan Banjarmasin terhadap TPA Banjarbakula di Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, selama kondisi darurat sampah masih berlangsung. Jarak yang lebih jauh membuat waktu tempuh armada bertambah. Kondisi itu diperparah operasional TPA yang terbatas, sehingga jumlah ritase armada tidak sebanyak ketika TPA Basirih dapat beroperasi normal. “Kalau misalnya dalam kondisi normal, TPA di Basirih dibuka, otomatis di pagi hari bersih semua. Angkutan itu bisa beberapa kali ritase karena jarak tempuhnya dekat,” jelasnya.
Kondisi Armada Jadi Perhatian
Selain jarak tempuh, kondisi armada pengangkut menjadi perhatian DLH. Kendaraan harus dipastikan dalam kondisi prima agar pelayanan pengangkutan tetap berjalan. “Yang paling utama yang kami jaga sebenarnya berkaitan dengan kondisi unit. Mudah-mudahan unit ini tetap prima untuk melayani jasa pengangkutan sampah ke TPA,” katanya.
Dengan keterbatasan ritase, DLH tidak hanya mengandalkan pengangkutan pada pagi hari. Armada diarahkan kembali untuk mengejar sampah yang belum terangkut pada jadwal berikutnya.
Yoyok memastikan setiap laporan yang masuk ke DLH tetap diproses. Namun, waktu penanganannya bergantung pada kondisi armada dan perjalanan menuju TPA. “Insya Allah setiap laporan yang masuk ke kami, itu kami proses. Cuma ya tadi, kalah di waktu saja,” ujarnya.
Sampah Liar Ikut Diburu
Penanganan DLH juga mencakup laporan tumpukan sampah liar di luar TPS resmi. Untuk titik-titik tersebut, pengangkutan biasanya dibantu armada kecamatan menggunakan kendaraan pikap. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi tumpukan sampah di lokasi yang tidak diperuntukkan sebagai tempat pembuangan.
Di sisi lain, DLH masih menunggu TPA Basirih dapat difungsikan kembali secara optimal. Selama masih bergantung pada Banjarbakula, pengangkutan sampah di Banjarmasin akan menghadapi konsekuensi jarak dan keterbatasan ritase.
Yoyok juga mengingatkan, persoalan sampah tidak sepenuhnya dapat dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat memiliki peran penting dalam mengelola sampah yang dihasilkan setiap hari. “Sebenarnya ini PR kita semua, masyarakat Banjarmasin, terkait tanggung jawab terhadap sampah yang kita hasilkan sendiri setiap hari,” pungkasnya.(van/az/dye)
Editor : Arief M