RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru - Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Selatan menambah bus khusus perempuan pada layanan Trans Banjarbakula. Armada ini beroperasi secara bertahap sejak pertengahan September 2026 untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan privasi penumpang perempuan.
Kepala Dishub Kalsel Fitri Hernadi mengatakan, penambahan armada dilakukan di sejumlah koridor. Jalur Jalan A. Yani menjadi salah satu yang telah dilayani bus khusus tersebut.
“Tujuannya jelas, untuk memberikan rasa aman dan privasi bagi wanita yang ingin bepergian dengan menggunakan angkutan umum layanan Trans Banjarbakula,” ujar Fitri saat dikonfirmasi, Kamis (1/10/2026).
Bus khusus perempuan ini menggunakan warna dominan kuning dengan corak hijau khas Trans Banjarbakula. Penandanya berupa stiker merah muda bertuliskan “BUS KHUSUS PEREMPUAN” pada kaca depan dan samping.
Stiker tersebut membantu calon penumpang mengenali peruntukan armada, termasuk agar penumpang laki-laki tidak salah naik.
Bus Khusus Perempuan Menjangkau Sejumlah Koridor
Sejak pertengahan September, Dishub Kalsel mengoperasikan masing-masing dua unit bus khusus perempuan di Koridor 1A dan 1B yang melayani jalur Jalan A. Yani.
Penambahan kemudian berlanjut ke Koridor 3 pada akhir September. Jangkauan layanan juga disiapkan untuk rute terminal dan kawasan perkantoran pemerintah.
Pada pertengahan pekan ini, bus khusus perempuan dijadwalkan melayani Koridor IV yang menghubungkan KM 17 dengan Terminal H. Soemarsono, P.A.
Sementara itu, armada khusus perempuan di Koridor II dijadwalkan mulai beroperasi pada 2 Oktober 2026. Koridor ini melayani rute menuju kawasan Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru.
Dishub Kalsel berharap perluasan layanan tersebut dapat menjawab kebutuhan penumpang perempuan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan Trans Banjarbakula.
Penumpang Merasa Lebih Nyaman saat Jam Sibuk
Sinta, 27, pekerja swasta yang rutin menggunakan Trans Banjarbakula, menyambut penambahan bus khusus perempuan. Menurutnya, layanan ini membantu ketika bus dipadati penumpang pada jam berangkat dan pulang kerja.
“Kalau jam berangkat dan pulang kerja kan kondisinya sering padat dan berdesakan. Dengan adanya bus khusus wanita ini, kami merasa jauh lebih tenang, aman dari potensi pelecehan, dan tentunya lebih nyaman selama perjalanan,” ujar Sinta.
Bagi pengguna seperti Sinta, keberadaan armada khusus perempuan memberikan pilihan perjalanan yang lebih nyaman untuk aktivitas sehari-hari. (*)
Editor : M. Ramli Arisno